alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Edan! Harga Obat Seharga Rp 17 ribu Dijual Rp 100 Ribu 

Polisi Amankan Penimbun dan Penjual Obat

12 Juli 2021, 11: 36: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

SIKAT: Dari kiri Kapolres AKBP Benny Setyowadi, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kajari Grobogan Iqbal, dan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta menunjukan obat yang dijual dengan harga tinggi.

SIKAT: Dari kiri Kapolres AKBP Benny Setyowadi, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kajari Grobogan Iqbal, dan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta menunjukan obat yang dijual dengan harga tinggi. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Jajaran Polres Grobogan berhasil menangkap MP, penjual dan pemilik apotek di Bugel, Godong, Grobogan, Rabu (7/7). MP menjual satu setrip obat (10 tablet) merek Azithroycin Dihydrate Rp 100 ribu. Padahal harga eceran tertinggi Rp 17 ribu per setrip. Pemilik Apotek di Bugel, Godong, Grobogan, diketahui juga menimbun obat tersebut.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan pengungkapan penjualan obat dengan harga berlipat ganda berawal dari laporan masyarakat dan operasi harga obat untuk semua apotek di Kabupaten Grobogan. Saat itu, petugas mendapati laporan bahwa apotek Bugel, Godong, menjual obat dengan harga tidak standar. Dan melipatkan ganda harga.

Ia menjelaskan sesuai surat edaran Kemenkes obat Azithroycin Dihydrate dengan dosis 500 mg dijual Rp 1.700 per butir atau Rp 17 ribu untuk satu setrip berisi 10 kapsul.

Baca juga: Baru Serius Tiga Hari sebelum Kompetisi

(SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

”Yang bersangkutan menjual obat itu Rp 100 ribu per setrip,” kata Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi dalam gelar kasus di Pendapa Kabupaten Grobogan belum lama ini. Gelar itu dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kajari Iqbal dan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta.

Atas temuan tersebut, petugas dari Polres Grobogan langsung bertindak. Sebab, menaikkan harga berlipat ganda merugikan warga masyarakat. Juga melanggar ketentuan PPKM Darurat dan surat edaran Kemenkes.

”Dari apotek sendiri juga menimbun obat itu (Azithroycin Dihydrate dengan dosis 500 mg) karena ketika ditanya stok tidak ada. Hanya tinggal lima setrip. Setelah diperiksa digudang ada 25 boks,” ujarnya.

Setelah mendapatkan pelanggaran tersebut, Polres Grobogan langsung mengamankan barang bukti berupa 25 boks obat, tiga buku penjualan, dan nota penjualan. Selain itu, juga mengamankan satu tersangka perempuan, MP dari pemilik Apotek Bugel Godong.

”Saat ini pelaku sudah kami amankan. Untuk pasal jeratan sudah koordinasi dengan Kajari Grobogan,” terang dia.

Tidak hanya masalah obat, Polres Grobogan akan menindak penimbun oksigen. Pihaknya berpesan akan tidak ambil kesempatan untuk menaikan harga di situasi pandemi Covid-19.

Kajari Grobogan Iqbal mengatakan untuk penindakan kasus dalam PPKM Darurat sesuai dengan intruksi pemerintah pusat. Dalam keadaan darurat maka jaksa diminta berperan aktif. Untuk menindaklanjuti itu sejak 3 Juli sudah memberi surat perintah menunjuk lima jaksa selama pandemi PPKM Darurat Mikro.

”Saya bersama jajaran TNI dan Polri untuk selalu mengingatkan masyarakat dalam keadaan darurat. Jika ada pelanggaran Kejaksaan akan menindak tegas dengan memperhatikan hati nurani,” kata Iqbal.

Iqbal  juga mengimbau agar tetap memenuhi protokol kesehatan agar tetap berjuang dalam melawan Covid-19 yang sudah berlangsung satu tahun enam bulan. Maka warga harus berjuang. Kurangi aktifitas. Sehingga dalam PPKM Darurat yang boleh beraktivitas hanya aparat keamanan dan tenaga kesehatan.

”Untuk tersangka akan kami tindak dengan PPKM Darurat. Karena mengambil keuntungan saat pandemi Covid-19 tentang kesehatan,” tandasnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Grobogan ada 503 orang. 141 isolasi mandiri dan 362 dirawat di fasilitas kesehatan. Kasus meninggal 140 orang dan ketersedian tempat tidur di rumah sakit 91,36  persen.

”Kabupaten Grobogan masih zona merah. Maka 3-20 Juli maka harus PPKM Darurat,” ujarnya.

Bupati mengajak agar patuh disiplin PPKM Darurat didukung. Agar kasus Covid-19 menurun. Semua bisa sehat dan bisa normal kembali. Warga masyarakat harus tetap patuhi protokol kesehatan. Dan aktif jogo tonggo dengan mengikuti peraturan pemerintah.

”Kami mengingatkan kepada siapa saja jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tindakan penimbunan oksigen dan menjual obat dengan lebih tinggi HET. Maka kami akan tindak tegas secara pidana bagi oknum yang bermain-main,” tandasnya.

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya