alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Gelem Nggawe Kudu Gelem Momong

11 Juli 2021, 07: 22: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Gelem Nggawe Kudu Gelem Momong

PENYESALAN mendalam tergambar di wajah Putri (bukan nama sebenarnya). Matanya memerah, bengkak habis menangis. Suaranya lirih dan sesak. Sesekali, air matanya masih menetes dengan isakan tangis.

Bukan karena kehilangan atau ditinggal meninggal keluarganya. Melainkan karena sang mantan pacar tak mau mengakui janin yang dikandungnya. Nasi sudah jadi bubur. Dia ketahuan hamil. Mengandung hasil hubungan gelap. Namun akhirnya dia ditingalkan begitu saja. ”Aku harus bagaimana. Keluargaku gimana,” ucapnya lirih.

Hubungannya dengan Alex (bukan nama sebenarnya) memang sudah lama. Saking cintanya, mereka sampai lupa daratan. Putri kena bujuk rayu sang pacar. Sering berhubungan badan. Akhirnya kebablasan sampai hamil. Meski mereka sudah pakai alat kontrasepsi.

Baca juga: 2 Kali Lapor Dugaan Kecurangan Seleksi Perangkat, Warga Dicuekin Dewan

Yang dia bingungkan, tak mau keluarga mengetahui hal ini. Sebab kalau sampai tahu, habis nasibnya. Bisa-bisa dia kena marah dan diusir dari rumah. ”Saya sayang keluarga,” ucapnya tipis.

Beberapa kali dia mencoba menghubungi sang pacar. Tidak diangkat. Namun setelah itu akhirnya diangkat. Sambil menangis, Putri minta Alex untuk menemuinya. Menyelesaikan dan mencari jalan terbaik untuk hubungannya ini.

Untungnya, sang pacar mau ketemu. Berdua. Tidak ada pihak keluarga. Di luar rumah. ”Apapun keputusannya saya sudah siap. Konsekuensinya siap menerima. Toh saya juga sayang dan cinta padanya,” imbuhnya.

Setelah bertemu, dia mulai tegar. Wajahnya sudah tidak takut. Sudah mendingan. Keputusannya, dia tetap akan menjaga janin itu sampai lahir. Dia akan terus terang dengan keluarga. Apapun konsekuensinya. ”Terima kasih. Saya sudah siap. Ini sudah jalan saya,” imbuhnya.

Dia mengaku menyesal. Ke depan, dia akan memperbaiki kesalahannya tersebut. Caranya dengan merawat baik-baik janin yang ada hingga lahir. Membesarkannya dengan kasih sayang. Penuh kecintaan. Sehingga apa yang sudah dilakukannya tidak nurun di anaknya kelak. ”Ini anugerah dari kesalahanku. Karena saya tidak nurut sama orang tua dan mau enaknya sendiri,” tambahnya.

Dia berpesan kepada para wanita, jangan pernah korbankan keperawanan hanya untuk kesenangan sesaat. Setan itu divmana-mana. Jangan mau dibujuk rayu laki-laki. Kalau mau serius langsung suruh menikah. Datang kerumah dan melamar. Apabila tidak mau, tinggalkan saja.

”Kalian hanya jadi kelinci percobaan. Hanya dimainkan belaka. Setelah itu ditinggal pergi. Contohnya sudah banyak. Sebelum kebacut, mulai sekarang sadarlah. Penyesalan pasti ada di Akhir. Bukan di depan,” bebernya. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP