alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Takut jika Kostum Lepas

09 Juli 2021, 10: 05: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

Anita

Anita (DOKUMEN PRIBADI)

Share this      

ANITA harus memastikan kesempurnaan busana sang penari. Jangan sampai ada bagian busana yang terlepas. Keelokan tata rias amat penting dalam tiap pentas.

Perempuan yang bergabung di Bengkel Tari Putra Kusuma, Sumber, Rembang, itu berperan sebagai penata kostum dan rias. Sebelum itu, Anita sudah aktif menari sejak SMP. Sehingga babagan rias-merias pun mengalir begitu saja. Bisa dikuasai.

”Kalau aku udah (belajar tari, Red) dari SMP. Tapi dulu masih latihan biasa,” katanya.

Baca juga: Anggaran Belanja Tak Terduga Kabupaten Pati Menipis

Beragam genre tari dipelajari di sanggar itu. Namun di Bengkel Tari ini terkenal dengan tari cakilan. Sebagai penata kostum dan rias, bagi Anita, harus punya basic make up. Menurutnya riasan penari untuk penari dan make up berbeda.

”Jadi lebih tebal dari yang biasanya. Kalau kostumnya ngikuti konsep penarinya. Aku ngikuti keinginan koreografer,” jelasnya.

Yang dikhawatirkan, jika bagian kostum ada yang lepas. Karena jika lepas, akan mengurangi nilai dalam lomba. Sebab ada penilaian khusus.

Anita sudah banyak menangani kompetisi. Menurutnya semua orang bisa menjadi penata rias tari. Yang penting, paham tentang krakteristik dari tari itu sendiri. Mulai gerak, kostum, dan karakter-karakter.

”Kalau tradisional itu memunculkan karakter tokoh tari yang dibawakan. Misal tokoh Sinta, Arjuna, Boto. Kalau modern itu rias cantik,” jelasnya.

Jadi, memang ada pendalaman karakter dari tokoh-tokoh tari itu sendiri.

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP