alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Hipnoterapi

Mampu Hilangkan Candu dan Fobia

04 Juli 2021, 16: 44: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

AHLI: Siti Makhmudah saat mendapatkan sertifikat kelulusan dari pelatihan hipnoterapi.

AHLI: Siti Makhmudah saat mendapatkan sertifikat kelulusan dari pelatihan hipnoterapi. (SITI MAKHMUDAH FOR RADAR KUDUS)

Share this      

TERAPIS masuk ke alam bawah sadar pasien untuk memberi sugesti. Metode hipnoterapi itu bisa mengobati penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan. Seperti candu rokok dan fobia.

Salah satu praktisi hipnoterapi di Kudus Siti Makhmudah menyebut, pengobatan seperti itu bisa membantu seseorang untuk lebih rileks dan mengurangi stres. Serta menghilangkan kecemasan hingga meredakan nyeri.

Hipnoterapi dianggap menjadi bagian dari psikoterapi. Karena seorang hipnoterapis akan mengeksplorasi pikiran, perasaan, atau ingatan menyakitkan yang dialami seseorang. Tetapi tersembunyi di dalam alam bawah sadar.

Baca juga: Dilirik Jadi Model Pengantin

PRAKTIK: Siti Makhmudah saat mengobati pasien dengan cara hipnoterapi.

PRAKTIK: Siti Makhmudah saat mengobati pasien dengan cara hipnoterapi. (SITI MAKHMUDAH FOR RADAR KUDUS)

”Yang menjalani ini akan menjadi rileks dan fokus. Sehingga orang tersebut akan terdorong untuk menceritakan ketakutan, rasa sakit, atau trauma yang dialami. Termasuk kapan pertama kali hal tersebut muncul,” imbuhnya.

Hipnoterapis kemudian akan memberi sugesti tertentu kepada pasien. Tujuannya untuk merubah perilaku, kebiasaan, hingga persepsi tertentu. Agar tidak lagi berpikir atau terpengaruh lagi atas masalah yang semula meganggu.

”Misalnya, pasien yang menderita fobia terhadap sesuatu. Maka hipnoterapis akan memberi sugesti. Lalu pasien itu diminta untuk mengikuti sugesti tersebut. Dan kemudian pasien akan diajari cara menghadapi hal yang ditakutkan, dikhawatirkan, atau dirasakan,” ungkapnya.

Sehingga rasa tersebut dapat berkurang bahkan sirna. Setelah sugesti masuk, hipnoterapis akan mengembalikan pasien ke alam sadarnya.

Setelah itu, pasien akan mampu mengubah sikap, persepsi, dan perilaku terhadap sesuatu. Metode ini yang biasanya dicari pasien untuk mengobati masalah seksual, insomnia, serangan panik, obesitas, kecanduan merokok, fobia atau ketakutan. Hingga gangguan tidur dan depresi.

Tetapi, hipnoterapi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus oleh mereka yang ahli. Siti menyebut sebelum membuka praktik sebagai hipnoterapis, dirinya menjalani pelatihan. Sampai akhirnya mendapatkan sertifikat kelulusan. Dari situ dirinya baru berani membuka praktik.

Hipnoterapi juga menimbulkan risiko. Seperti menciptakan ingatan palsu yang secara tidak sengaja tertanam saat sugesti. Sehingga pada beberapa kondisi, hipnoterapi mungkin tidak direkomendasikan. ”Contohnya pada pasien dengan gejala psikotik, seperti halusinasi dan delusi,” imbuhnya.

Bagi mereka sebelum menjalani hipnoterapi bisa juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Agar sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Dan juga memperoleh manfaat yang lebih besar dibandingkan risikonya. (tos/lid)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP