alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Modus Baru Edarkan Narkoba melalui Coklat dan Ikan

02 Juli 2021, 22: 04: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

Modus Baru Edarkan Narkoba melalui Coklat dan Ikan

PATI – Pati yang secara geografis dilalui jalur pantura menjadi persinggahan yang nyaman bagi pengedar narkoba. Banyak barang haram yang berhasil diungkap kepolisian dipasok dari Semarang, Jakarta dan kota besar lainnya.  

Modus peredaran pun variatif tersebut. Diantaranya, disamarkan atau disembunyikan dalam ikan bandeng, dalam angpao lebaran, bungkus cokelat. ”Ada juga modus alamat. Misalnya ditaruh di suatu tempat tersembunyi (ada di bawah tiang listrik, dalam pot bunga, dan dibawah batu). Barang-barang itu dari luar Pati semua,” ungkap KBO Satnarkoba Polres Pati Ipda Indra Irnawan saat dihubungi kemarin.

Adanya persebaran itu, pihaknya memetakan wilayah rawan narkotika di Pati Kota dan Utara (Cluwak, Tayu, Dukuhseti). Pemetaan ini, kata dia, ada pertimbangannya. Di antaranya, perbatasan dengan Jepara, Pati Kota masyarakatnya dinamis dan pangsa pasar narkoba. ”Motifnya ekonomi. Soalnya peredaran narkoba ini bisnis yang menggiurkan,” terangnya.

Baca juga: Senam Dulu sebelum Kerja

Pengedar ini menyasar kaum muda untuk dijadikan terget penasaran. Lanjut dia, peredaran narkotika di Kabupaten Pati memang bisa dikatakan tidak ada yang besar. Tapi dari kecil hingga menengah.

Pihaknya pun melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran ini. Baik secara langsung on the spot sekaligus momen pencegahan covid-19 disisipkan untuk melakukan penyuluhan.

Selain itu, menetapkan desa bersih narkoba. Pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah dan lembaga terkait.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menambahkan, sebagai daerah yang di jalur pantura Kabupaten Pati mudah dimasuki pengedar. Maka dari itu, ia mengajak semua elemen masyarakat memerangi narkotika.

”Jika di lihat lagi letak geografis, pantura juga rawan. Terlebih di daerah tetangga yang cukup banyak kasus narkotika. Soalnya bisa merusak  moral. Kadang-kadang tidak terpikirkan Pati ini rawan pengedaran. Biasanya di tempat hiburan dan pelabuhan,” jelas Haryanto. 

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya