alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pentingnya Kebugaran Jasmani di Masa Pandemi

02 Juli 2021, 14: 15: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

Annas Nuzula Rahman, S.Pd, M.Pd.; Guru Penjasorkes SMP 1 Kudus

Annas Nuzula Rahman, S.Pd, M.Pd.; Guru Penjasorkes SMP 1 Kudus (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

TERHITUNG sudah lebih dari satu tahun kita mengalami masa pandemi akibat virus Covid-19. Mengharuskan kita semua berada di rumah saja untuk sementara waktu. Salah satu yang dilakukan di rumah saja adalah kegiatan belajar dan mengajar.

Pandemi Covid-19 adalah sebuah ujian yang menimpa tatanan kehidupan normal umat manusia. Mulai dari level internasional hingga rumah tangga. Dia menjadi musuh bersama yang harus dilawan dan dimusnahkan dengan cara memutus mata rantai penyebarannya.

Banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya lockdown di berbagai tingkat. Ini menyebabkan semua aktivtias masyarakat menjadi terbatas dan cenderung berdiam diri di rumah. Banyak masyarakat yang mengalami obesitas, karena kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga maupun aktivitas lain.

Baca juga: 39 Penghuni Darul Hadlonah Rembang Jalani Isoma

Di masa pendemi ini, kebutuhan menjaga kebugaran jasmani justru semakin penting. Terlebih lagi orang cenderung lebih banyak diam di rumah. Untuk itu, di masa new normal seperti saat ini, meningkatkan latihan fisik untuk menjaga kebugaran jasmani menjadi sebuah keharusan. Kebugaran jasmani merupakan suatu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness) yang memberi kemampuan seseorang menjalankan kehidupan produktif dan dapat menyesuaikan tiap pembebanan atau stres fisik yang wajar (Suratman, 1975).

Mulai pertengahan Maret 2020, Mendikbud Republik Indonesia Nadiem Makarim mengimbau siswa dan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Guru selaku mediator pembelajaran dari Kurikulum 2013 harus mencari cara yang tepat dalam menjembatani program belajar dari rumah ini, agar dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Tidak seperti sebelumnya guru dapat bertatap muka dengan siswa dan menyampaikan materi secara langsung. Sekarang guru harus memotivasi dan memantau belajar siswa melalui sarana internet. Termasuk juga mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK).

Pada semester gasal dan genap tahun pelajaran 2020/2021 ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah kami, khususnya mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) menerapkan kegiatan menjaga kebugaran jasmani menjadi prioritas pertama.

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari), tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Setiap orang membutuhkan kesegaran jasmani yang baik, agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan efektif dan efisien, tanpa mengalami kelelahan yang berarti (Muhajir 2004: 2).

Untuk itu, kompetensi dasar kebugaran jasmani dijadikan materi pertama yang disampaikan kepada siswa. Melalui media jaringan internet, guru menyampaikan materi ini disertai dengan gambaran dan motivasi dalam menghadapi masa pandemi.

Siswa dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran PJOK di rumah, diberi motivasi dan tugas mempelajari dan mempraktikkan aktivitas fisik dalam materi kebugaran jasmani. Aktivitas yang dilakukan siswa tentunya yang ringan dan terjangkau dengan fasilitas yang mereka di rumah.

M. Sajoto (1995:8) menyatakan, komponen kesegaran jasmani terdiri dari, kekuatan (strenght), daya tahan (endurance), daya otot (masculer power), kecepatan (speed), daya lentur (fleksibility), kelincahan (agility), koordinasi (coordination), keseimbangan (balance), ketepatan (accuracy), dan reaksi (reaction).

Dari komponen kebugaran jasmani tersebut, bisa dipilih beberapa komponen untuk tugas siswa yang dapat dilakukan di rumah dan berkaitan dengan kesehatan. Antara lain latihan kekuatan otot, daya tahan, kecepatan, dan fleksibilitas.

Kekuatan (strenght) adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuan mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Daya tahan otot (endurance) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan otot untuk berkontraksi terus-menerus dalam waktu relaitif lama dengan beban tertentu.

Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan keseimbangan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, seperti dalam lari cepat, pukulan dalam tinju, balap sepeda, panahan, dan lain-lain. Kelenturan (fleksibilitas) adalah aktivitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.

Untuk menjaga kegiatan pembelajaran berjalan dengan efektif, setiap siswa diminta untuk melakukan pendokumentasian aktivitas mereka dalam menjaga kebugaran jasmani selama belajar di rumah. Mereka dapat membuat suatu video kegiatan maupun foto yang harus mereka kumpulkan melalui media jejaring sosial maupun yang lain.

Selain itu, siswa juga diminta mejelaskan cara melakukan aktivitas fisik itu, beserta kegunaannya. Harapannya, siswa paham betul kegunaan aktivitas itu dan bisa praktik dalam kehidupan sehari-hari. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya