alexametrics
Senin, 02 Aug 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Nakes Menipis, Pemkab Pati Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

23 Juni 2021, 16: 03: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

Nakes Menipis, Pemkab Pati Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

PATI – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pati terpapar virus Covid-19. Sehingga nakes tersebut diharuskan isolasi mandiri (isoman). Oleh sebab itu, diperlukan adanya bantuan nakes.

Adanya nakes terpapar ini, Pemkab Pati kewalahan menangani pasien korona. Pihaknya sudah meminta bantuan tenaga ini ke pusat. 

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pati Subawi mengungkapkan, menipisnya nakes ini tidak hanya di Kabupaten Pati. Menurutnya, daerah lain juga mengalami hal yang sama. 

Baca juga: Dua Warga di Kudus Bunuh Anak Jalanan, Motifnya karena Sakit Hati

“Kondisi ini tidak di Pati saja. Daerah lain juga mengalami ini. Sehingga masih menunggu adanya bantuan ini,” imbuhnya.

Mengantisipasi tanggap kegawat daruratan, pihaknya mengoptimalkan kekurangan dengan menggeser personel. Kata dia, Dinkes mempunyai dua tim untuk membantu. Jika ada yang kekurangan nakes akan diberikan bantuan tersebut.

“Dengan banyaknya kasus tenaga kami banyak yang terpapar. Sehingga mohon maaf apabila ada kendala dalam pelayanan. Kondisinya memang seperti ini dan bukan hanya di Pati saja. Di seluruh Indonesia mengalami ini,” terangnya.

Sebelumnya diungkapkan, ratusan nakes yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati terinfeksi virus corona. Sebanyak 143 nakes di RSUD RAA Soewondo positif Covid-19, Rumah Sakit Mitra Bangsa tercatat ada sebanyak 13 nakes, Puskesmas Batangan sebanyak 22 nakes, Puskesmas Gembong 6 nakes, Puskesmas Wedarijaksa 8 nakes, Puskesmas Winong II 9 nakes, dan Puskesmas Winong I ada 7 nakes yang terpapar Covid-19. 

Beberapa di antaranya telah negatif Covid-19 dan bekerja seperti semula. Ujar dia, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Pati membuat nakes ini kewalahan. Serta Kabupaten Pati darurat nakes. 

“Ada yang terpapar baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Tapi kami optimalkan untuk (pelayanan) itu," ungkap Subawi. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP