alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Warga di Kudus Bunuh Anak Jalanan, Motifnya karena Sakit Hati

Korban Lecehkan Istri dan Nenek Pelaku

23 Juni 2021, 14: 57: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

MASUK BUI: Dua tersangka pembunuhan anak jalanan Mhammad Manpalufi digiring ke Polres Kudus.

MASUK BUI: Dua tersangka pembunuhan anak jalanan Mhammad Manpalufi digiring ke Polres Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Motif pembunuhan anak jalanan yang mayatnya membusuk di Desa Jepang Pakis, Mejobo pada Jumat (11/6) terungkap. Karena korban melecehkan istri dan nenek tersangka.

Ogik Sugiarto dan Tri Setiyono jadi tersangka pembunuhan Muhammad Manpalufi alias Pato. Mereka berhasil diringkus anggota Polres Kudus pada Jumat (18/6). Dari keterangan pelaku, mereka membunuh Pato karena sakit hati.

Ogik menyebut korban sempat menghina istrinya dengan perkataan “Bojomu enak rasane”. Termasuk menghina nenek Tri Setiyono dengan ucapan “Kene mbahmu tak asusilane”. Hal itu membuat pelaku emosi dan naik darah.

Baca juga: SMP Swasta di Kudus Dinilai Diuntungkan dari PPDB Online

”Saya merasa sakit hati atas ucapan itu. Terus kami keroyok berdua. Tetapi tak ada maksud membunuh dia (korban, Red),” jelasnya.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menambahkan, pembunuhan tersebut terjadi pada 7 Juni 2021. Sebelum kejadian, Triyono dan Ogik bertemu korban di lampu merah Jepang pukul 14.00. Mereka ngamen. Kemudian, sekitar pukul 18.00 mereka minum kopi di angkringan.

Setelah itu pada pukul 20.30 korban bersama tersangka serta kedua saksi (Fatkhur Rozak dan  Cahyo) minum minuman keras di punden belakang pabrik Mercu. Hingga korban dan tersangka mabuk. Korban yang dalam kondisi mabuk berat  mengeluarkan kata-kata tidak pantas. Yang membuat kedua tersangka emosi.

”Atas kalimat itu berujung percekcokan. Secara spontan dan dan emosi kedua tersangka mulai mengeroyok korban,” terangnya.

Tersangka Ogik mengambil kayu kemudian dipukulkan beberapa kali ke korban mengenai kepala dan bagian punggung. Setelah itu, tersangka Triyono memukul dengan tangan kosong. Juga ada penendangan dengan sepatu boots mengenai muka. Dan kemudian didorong hingga terjatuh.

”Korban pun pingsan. Sementara pelaku tak menyadari jika korban telah meninggal. Mereka bahkan tidur di lokasi yang tak jauh dari tempat korban pingsan,” ungkapnya.

Paginya sekitar pukul 07.00 tersangka terbangun dan mendapati korban tidak bergerak. Ogik dan Triyono mendatangi korban dan menutup mereka dengan bambu-bambu. Dan kemudian tersangka pergi.

Empat hari setelah kejadian itu, Jumat (11/6) mayat korban baru ditemukan warga. Di punden belakang pabrik Mercu, RT 1/RW 11 Desa Jepang, Mejobo. Atas penemuan ini Kanit Reskrim dan Polsek Mejobo melihat adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. Sehingga diotopsi.

Seminggu setelah penemuan mayat itu, Tim 1 Resmob Polres Kudus berhasil mengantongi nama pelaku. Dan pada Jumat (18/6) sekitar pukul 19.30 Polres Kudus berhasil menangkap kedua pelaku di sebuah rumah kosong di Desa Serangan, Bonang, Demak.

Beberapa barang bukti seperti satu kayu dari tersangka Ogik Sugiarto diamankan. Satu set sepatu boots dan dua botol Aqua dari tersangka Tri Setiyono turut diamankan. ”Atas pembunuhan itu, tersangka dijerat pasal 338 KUHP subsider Pasal 170 KUHP. Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” imbuhnya. (tos)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya