alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

SMP Swasta di Kudus Dinilai Diuntungkan dari PPDB Online

23 Juni 2021, 14: 35: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

MONITOR: Operator PPDB SMP Muhammadiyah 1 Kudus mengecek pendaftar dari sistem online.

MONITOR: Operator PPDB SMP Muhammadiyah 1 Kudus mengecek pendaftar dari sistem online. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP bagi yang negeri sudah biasa. Tapi untuk SMP swasta membantu mendapatkan siswa. Jika calon peserta didik baru tidak masuk ke dua pilihan SMP negeri, bisa langsung beralih ke sekolah swasta yang tedaftar di online.

Seperti SMP Muhammadiyah 1 Kudus kali ketiga mengikuti PPDB online. Waka Kesiswaan Mulyadi menjelaskan, PPDB online mengikui jadwal seperti SMP negeri. Bedanya tidak menggunakan zonasi.

”Sebenarnya tiap ada penerimaan siswa kami ikut mendaftar PPDB online. Hanya tahun kemarin tidak ikut. Karena sistem itu untuk sekolah negeri yang menggunakan aturan zonasi. Tapi tahun ini dibuka kembali sehingga kami ikut lagi,” jelasnya.

Baca juga: Disapa Danrem, Pasien Ingin segara Pulang

Ia menambahkan, kuota penerimaan siswa baru tahun ini ada 256 siswa. Dengan delapan rombongan belajar (rombel). Awal Januari 2021 sudah membuka penerimaan siswa dan mendapat siswa 130-an.

Menurutnya, pendaftaran online kali ini belum ada siswa datang untuk dibantu mendaftar. Mulyadi mengatakan, biasanya menjelang penutupan, siswa yang tidak masuk di negeri baru  mendaftar ke SMP.

”Ada juga langsung menjadi pilihan pertama. Yang jelas ikut PPDB online sangat menguntungkan, jejaringnya cepat,” terangnya.

Sama halnya dirasakan Kepala SMPIT Assaidiyyah Susanto. Sekolah itu menerima siswa baru 160 peserta didik dengan lima rombel masing-masing 32 siswa. Ia mengaku, sebelumnya sudah buka pendaftaran online secara mandiri sekitar Februari 2021. Tapi belum ada yang mendaftar.

”Sampai hari ini (kemarin, Red) ada 100 lebih. Ikut PPDB online ada yang daftar dari Flores tapi kurang surat kelulusan, hanya rapor yang dikirim,” jelasnya. 

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya