alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pendataan SDGs Rembang Masuk Urutan Kedua Se-Indonesia

23 Juni 2021, 13: 37: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

SULISTIYONO

SULISTIYONO (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Kabupaten Rembang berhasil menyelesaikan pemutakhiran data Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Capaian ini masuk urutan nomor dua se-Indonesia. Keberhasilan ini akan mendapatkan reward dari Kementerian Desa.

Pendataan SDGs di Kota Garam dimonitoring  oleh Kementerian Desa di bawah  Dr Ivanovich Agusta selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Pengembangan dan Informasi, Kemendesa PDTT.

”Kebetulan yang selesai dulu Wonogiri. Menyusul urutan dua Kabupaten Rembang se Indonesia,” kata kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang Sulistiyono kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (22/6).

Baca juga: Bu Polwan Bagi Ratusan Masker

SDGs merupakan program dari pusat. Merupakan pendataan yang terpadu, dalam rangka percepatan pembangunan berkelanjutan di desa. Hal itu sudah diatur peraturan Kemendesa nomor 21 tahun 2020, tentang pedoman pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

SDGs merupakan data terpadu. Ada data pembangunan, potensi desa dan macam-macam. Ketika perencanaan pembangunan data SDGs harus dipelajari dahulu. Baru merencanakan pembangunan.

Program pusat ini diturunkan kabupaten, kecamatan dan desa. Nanti yang memfasilitasi teknis dari tenaga pendamping desa. Untuk mengajari cara pendataan dan sebagainya. Yang mendata relawan dan didata itemnya banyak.

Misalnya jumlah penduduk, potensi desa, tingkat pendidikan, kesehatan, perekonomian, sosial, ekonomi, budaya. Dalam forum diatas disampaikan dan diskusikan. Rembang sudah selesai dengan kegiatan-kegiatan.

”Sudah disampaikan di acara Kemendesa PDTT. Meski di situasi pandemi kita diawal program segera action. Diundang secara perwakilan kecamatan, pendamping desa, paguyuban kades secara terbatas. Kita adakan sosialisasi di tingkat kabupaten. SDGs mulai 1 Maret sampai 31 Mei, tiga bulan alhamdulillah bisa selesai,” imbuhnya.

            Setelah selesai sosialisasi kabupaten, kemudian bimtek di kecamatan-kecamatan baru di desa-desa. Permasalahan di lapangan biasanya keterbatasan waktu, anggaran. Kemudian signal. Sebab itu aplikasi se Indonesia. Kadang signal lemot, error dan sebagainya. Hal itu diberikan solusi.

            ”Alhamdulillah kita diapresiasi Kemendesa. Yang bagus-bagus ditampilkan, agar bisa ditiru kabupaten lain. Teknisnya bagaimana supaya cepat selesai. Rencananya Menteri Desa akan memberikan penghargaan ke Rembang. Semacam piagam penghargaan,” imbuhnya. 

(ks/noe/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya