alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Temukan Titik Koordinat Berada di Samudera India

PPDB SMA/SMK Hari Kedua

23 Juni 2021, 13: 34: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

DIFASILITASI : Seorang peserta didik baru memperbaharui titik koordinat di Posko Pengaduan PPDB di SMAN 1 Pamotan kemarin.

DIFASILITASI : Seorang peserta didik baru memperbaharui titik koordinat di Posko Pengaduan PPDB di SMAN 1 Pamotan kemarin. (SMAPA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Sejumlah peserta didik baru SMA/SMK dari jalur zonasi kesulitan mengakses titik koordinat. Kendala ini sempat membuat peserta didik bingung bahkan ada yang sampai menangis karena titik koordinat tempat tinggalnya ditemukan di Timor Leste hingga Samudera India.

Hal ini dialami peserta yang mendaftar di SMAN 1 Pamotan hingga SMAN 2 Rembang. Namun begitu, secara keseluruhan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari kedua pendaftaran relatif lancar. Peserta bisa mendaftar langsung dari rumah. Sekolah juga tetap memberikan petunjuk teknis. Misalnya ada anak-anak yang memiliki kendala internet atau data yang salah.

Kepala sekolah SMAN 1 Pamotan Fatkhur Rozi mengakui adanya kendala tersebut. Pihaknya pun langsung berusaha menginformasikan kepada sekolah asal peserta. Selanjutnya anak didik bisa mengubah di posko pengaduan yang disediakan.

Baca juga: Ya Patuh Prokes, Ya Patuh Aturan Lalu Lintas

”Peserta bisa datang ke SMAN 1 Pamotan untuk diedit. Di sini juga ditemukan jaraknya 1.002 km dari SMAN Pamotan. Padahal anaknya domisili di Tuyuhan, Pancur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (22/6).

Permasalahan lain anak terlambat mengajukan akun. Sebelumnya hari pertama tidak bisa diakses, hari kedua sudah bisa dilakukan. Di sekolah wilayah Rembang timur tidak sampai 10 orang. Alhasil mereka pada kebingungan.

Sesuai petunjuk teknis dan aturan dengan pelaksanaan di lapangan biasanya beda. Ini belum saat waktunya terdegradasi, tentunya banyak yang menangis. Di SMAN 1 Pamotan membuka 288 kursi. Dari dua jurusan IPA (3 rombel) dan IPS (5 rombel).

”Sampai pukul 12.00 Selasa lalu (22/6) hampir penuh. Saya pantau sekitar 260-an,angka ini akan terus naik grafiknya,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di PPDB di SMAN 2 Rembang, salah satu panitia PPDB SMAN 2 Rembang  Muhadiono mengakui adanya temuan yang sama. Namun tak menjadi masalah yang serius.

”Ada sedikit masalah seperti anak yang belum verifikasi token, ternyata hari kedua sudah bisa dibuka kembali. Jadi yang belum mendapatkan sudah bisa diakses pukul 07.30. Di SMAN 2 Rembang ada dua anak,” uagkapnya.

Kedua mereka sudah mendaftar, ternyata diakses lagi tidak bisa, dihari kedua sudah bisa teratasi semua. Justru yang masih banyak masalah titik koordinat. Sudah dibetulkan, muncul salah lagi.

“Contoh anak Kaliori titik koordinatnya di Samudera India. Lalu anak Dresi, Kaliori titik koordinatnya di Timor Leste. Hal ini membuat anak bingung. Bahkan sang anak sempat menangis gara-gara hal tersebut,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya