alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pimpinan Dewan Jadi Korban Kejahatan Cyber

23 Juni 2021, 07: 44: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

MAKIN MERESAHKAN: Tangkapan layar chatingan pelaku cyber crime yang mencatut pimpinan dewan Pati ke calon korban.

MAKIN MERESAHKAN: Tangkapan layar chatingan pelaku cyber crime yang mencatut pimpinan dewan Pati ke calon korban. (ABDUL ROCHIM/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Percobaan kejahatan siber atau cyber crime terus meresahkan masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto kembali dicatut cyber crime kemarin.

Foto dia yang ada di facebook diunduh digunakan untuk foto profil nomor whatsapp (WA). Nomor WA yang digunakan pelaku adalah  +62 858-6536-8536. Lalu pelaku menggunakan nomor WA itu untuk melancarkan aksi penipuan.

Modus yang digunakan untuk melakukan penipuan yakni dengan memberi tahu bahwa nomornya baru. Pelaku meminta agar nomor tersebut disave.

Baca juga: Beginilah Aksi Brimob Semprot Desinfektan di Permukiman

Lalu pelaku member ajakan untuk mengikuti lelang kendaraan roda empat. Info yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, pelaku dikabarkan sudah mengirim pesan ke mantan anggota KPU Pati Jukari.

Untungnya sejumlah rekan kerja hingga kolega politisi Partai Demokrat yang di-WA pelaku langsung mengonfirmasi Joni Kurnianto. Dan memang itu bukan nomor Joni yang baru.

“Saya sudah tiga kali ini nama saya dicatut untuk proses mengarah ke penipuan. Motifnya jelas mendapat keuntungan,” kata Joni saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.

Dia mengatakan, bahkan saat facebooknya di-hack  sudah menelan korban yang tak lain temannya sendiri. Nilai penipuan sebesar Rp 1 juta.

Ia menginginkan agar pihak berwajib untuk menyeriusi persoalan cyber crime ini. Karena tak hanya ia sendiri, rekan di dewan juga pernah ada yang pernah dicatut namanya untuk penipuan cyber ini.

“Ada yang diam saja, ada yang berani melaporkan. Ini tak bisa dibiarkan terus karena sudah kategori meresahkan. Meski pun saya tidak dirugikan secara materi, tapi saya merasa jadi korban karena nama saya dicatut,” tegas Joni.

Ia pernah melaporkan kasus ini ke Polres Pati. Namun polres tak bisa menangani, kata Joni, karena itu ranah Polda Jateng.

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya