alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Penyebab Saldo Ribuan ATM Kosong Penerima Bansos di Pati Terus Nambah

22 Juni 2021, 16: 48: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

Tri Haryumi, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Pati

Tri Haryumi, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Pati (ANDRE FADIHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Sebanyak 19.501 penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Pati pada Juni ini tak cair. Sebabnya ditemui sejumlah NIK tidak valid. Akibatnya saldo ribuan ATM penerima bantuan sosial (Bansos) itu kosong. Pada bulan lalu disebutkan 10.000-an penerima Bansos tak cair. Sedangkan pada bulan ini mencapai angka tersebut (19.501).

Sedangkan kuota BPNT Kabupaten Pati dijatah 138.757. Namun, yang terdaftar di Bank sebanyak 137.442. Sedangkan yang cair pada Juni sejumlah 117.941. Artinya sebanyak 19.501 pada Juni tidak cair.

”Bansos BPNT dan program keluarga harapan (PKH) memang ada saldonya yang kosong. Itu karena perbaikan data dan langsung di-cut dari atas (Kemensos),” terang Kabid Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati, Tri Haryumi.

Baca juga: DPRD Pati Rekomendasi Penanganan Korona dan Kesejahteraan Sosial

Cairnya dana ini ada penurunan. Maret lalu BPNT cair sebanyak 119.151. Sedangkan Juni ini 117.941. Menanggapi ini, pihak Dinsos mengaku, adanya perbaikan data menjadi sebab penurunan ini. Sedangkan saat ini BPNT yang saldonya kosong kembali bertambah.

Adanya persoalan ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, belum E-KTP, sudah meninggal dunia, dan pindah tempat tinggal. ”Kami kawal ternyata ada NIK yang belum cocok dengan pusat. Selain itu, ada NIK yang tidak valid (tidak ada orangnya),” ungkapnya.

Dia mengaku, pihaknya terus memperbaiki data tersebut. Namun, untuk finalisasi, pihaknya menunggu dari Kemensos. Pada 25 Mei lalu pihaknya sudah melakukan finalisasi kedua. Data yang difinalisasi tersebut sudah dinaikkan ke pusat.

”Data ini akan diolah terus. Termasuk adanya saldo kosong ini harus diperbaiki.  Kalau ada NIK tidak valid, kami akan berusaha membantu. Salah satunya dengan dicocokkan dengan Disdukcapil Pati,” pungkasnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya