alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Bangun Rumah Baru dengan Utamakan Kebutuhan Primer

22 Juni 2021, 14: 21: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Yunita Fushia Dewi

Yunita Fushia Dewi (DOK. PRIBADI)

Share this      

BARU setahun menikah, Yunita Fushia Dewi dan pasangannya berhasil mewujudkan mimpinya dengan memiliki rumah baru. Rumah yang ia beli di-desain sesuai keinginannya. Style Japan jadi pilihannya.

”Memang terbilang nekad di usia awal pernikahan langsung membeli rumah. Pertimbangan utamanya karena  tempat kerja dan domisili saya saat itu terlalu jauh dan tidak memungkinkan untuk pulang-pergi setiap hari. Serta menurut kami, kebutuhan papan adalah salah satu kebutuhan primer, mengingat juga setiap tahun harga properti yg selalu naik membuat kami terpacu untuk segera memiliki rumah pertama,” jelas perempuan kelahiran Grobogan 1 Juni 1995 ini.

Nita –sapaan akrabnya- mencari rumah dengan sesuai isi kantongnya. Setelah melakukan research ke beberapa perumahan melalui Instagram, OLX serta survei langsung. Ia mengelompokkan kriteria perumahan yang akan diambil tersebut berdasarkan lokasi, budget dan jarak tempuh menuju kantor dan pusat kota

Baca juga: Prajurit Loreng Tak Boleh Lengah, Tetap Jaga Imun

Setelah berdiskusi sekitar dua bulan, akhirnya alumni SMAN 1 Purwodadi ini menemukan opsi rumah dengan gaya Japandi House (Japanese-Scandinavian). ”Ide-ide saya berasal dari Pinterest khususnya tema Japandi House serta Instagram Home Decor Lovers (seperti @homuliving, @livinginster, @dirumah.ps, @dhian_setyarini, @hauz_of_momo, @kellyshirouchi),” ungkapnya.

Ketika ingin mencari ide gaya rumah, Nita berpesan untuk melakukan research dahulu ke Pinterest atau media daring home decor. Apakah ingin memakai tema minimalis, scandinavian, Japandi (Japanaese-Scandinavian), industrial, kontemporer, modern, atau klasik, supaya tema rumah lebih terarah.

Selain gaya, juga tone. Ia menyelasarkan warna di dalam hingga luar rumah dengan kolaborasi coklat wood, putih, dan abu-abu untuk fasad, bathroom, dan kitchen set. ”Meski desain modern. Untuk barang-barang yang memerlukan custom, saya selalu menyesuaikan dengan budget. Biasanya saya sisihkan sekitar 30-50 persen dari gaji kami untuk mulai mencicil membeli perabotan rumah setelah pembangunan rumah pertama kami selesai,” pungkasnya. 

(ks/int/ali/top/JPR)

 TOP