alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

BPBD Rembang Usulkan Anggaran Kekeringan Digenapi Rp 200 Juta

22 Juni 2021, 13: 52: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

SURUT: Penampungan air embung Rowosetro Rembang mulai surut seiring masuk musim kemarau tahun ini.

SURUT: Penampungan air embung Rowosetro Rembang mulai surut seiring masuk musim kemarau tahun ini. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Anggaran kekeringan di Kota Garam turun drastis. BPBD setempat berupaya mengusulkan penambahan Rp 150 juta agar anggaran genap seperti tahun lalu sebesar Rp 200 juta.

Tahun ini, anggaran untuk penanggulangan kekeringan hanya Rp 50 juta. Dengan dana tersebut, nantinya akan mencakup desa-desa yang ada di 14 kecamatan. Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang sudah melakukan pemetaan. Total ada 67 desa yang diperkirakan bisa terdampak.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Rembang Pramujo menyampaikan pihaknya sudah mengusulkan penambahan anggaran untuk bantuan kekeringan. Penambahan tersebut, lanjut dia, akan menyesuaikan kondisi dan permintaan dari setiap daerah yang langganan kekeringan.

Baca juga: Tahun Ini PKB Bidik Pengesahan Perda Pesantren

Apabila pada Juni sampai juli sudah ada permintaan, pihaknya akan meminta anggaran tambahan Rp 150 juta. Sehingga, jika dengan jika ditotal akan ada Rp 200 juta yang akan digunakan untuk menyalurkan bantuan air bersih.

Jika usulan disetujui, anggaran tersebut akan sama sebagaimana 2020 lalu. Saat itu, bisa mendapatkan 1.000 tangki air bersih. Satu tangki sekitar Rp 200 ribu dengan kapasitas lima ribu liter. Namun belum bisa mencakup keseluruhan desa yang kekeringan. Sehingga, kekurangan untuk dropping pasokan air di-backup dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

 "Untuk anggaran induk kekeringan Rp 50 juta (tahun ini, Red), sehingga masih kurang kami akan minta lagi melalui anggaran perubahan lagi. Semoga dikasih dan cukup,” imbuhnya.

Musim kemarau di Rembang sudah dimulai pada April pekan ketiga. Nantinya diprediksi akan terus berlangsung sampai sekitar bulan Oktober. Sementara, Puncaknya diperkirakan sekitar Bulan Agustus-September. Meski demikian, akhir-akhir ini di Kecamatan Rembang kota masih diguyur hujan.

”Kelihatannya masih ada huja, atau kemarau basah, karena bulan Juni masih banyak hujan,” kata Pramujo. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya