alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

410-an Istri di Rembang Siap Menjanda

22 Juni 2021, 13: 26: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

SIBUK: Resepsionis di Kantor Pengadilan Agama (PA) Rembang menata sejumlah berkas kemarin

SIBUK: Resepsionis di Kantor Pengadilan Agama (PA) Rembang menata sejumlah berkas kemarin (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Ratusan istri di Rembang menggugat cerai suaminya. Dari awal tahun hingga kemarin, tercatat ada 410 perkara dari total 598 perkara perceraian di Pengadilan Agama setempat.

Panitera Hukum Muda Pengadilan Agama Rembang Moh Munawir menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi sejumlah aduan tersebut. Yang paling dominan dikarenakan percekcokan.

Dari 598 tersebut, terdiri dari 188 cerai talak. Atau permintaan cerai yang diajukan oleh pihak suami. Sisanya, 410 merupakan pengajuan cerai gugat. Atau yang permintaan cerai yang dilakukan oleh pihak istri.

Baca juga: DKK Kudus Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 bagi Modin

Pengajuan cerai dari pihak istri memang mendominasi. Ada beberapa faktor yang dicatat oleh Pengadilan Agama Rembang. Yang paling banyak, pengajuan cerai tersebut disebabkan karena perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Total ada 439. Sisanya disebabkan karena faktor lain. Seperti madat, meninggalkan salah satu pihak, kawin paksa, dan ekonomi.

”Sejak tahun 2020 itu menurun, sejak ada pandemi. Biasanya itu perkara masuk itu sekitar 1.400 (pada 2019, Red). Tapi kemarin menurun 1.200 (pada 2020, Red),” imbuhnya.

Selain perceraian, Pengadilan Agama Rembang juga menerima berbagai macam aduan. Totalnya ada 819 berbagai macam laporan.

”Sampai Juni 2021 terdiri berbagai macam perkara masuk itu 819. Dari perceraiannya  saja, cerai talak itu ada 188, cerai gugat ada 410 perkara,” katanya.

Perkara masuk ini, kata Moh Munawir, tak hanya pengajuan masalah cerai. Tetapi juga ada lain-lain. Seperti pengajuan dispensasi nikah ada 170 perkara sampai kemarin. 

Penetapan ahli waris dua perkara,  hingga izin melakukan poligami. Yang sampai bulan ini baru tercatat dua kali. Satu laporan pada  bulan Maret dan satu laporan pada Mei kemarin. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya