alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

DAK Rp 100 M untuk Seratus Paket Proyek Rembang

18 Juni 2021, 14: 37: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

PENANGANAN INFRASTRUKTUR: Salah seorang guru SMPN di Rembang berada di salah satu ruangan yang dalam waktu dekat infrastruktur lainnya akan dilakukan penataan.

PENANGANAN INFRASTRUKTUR: Salah seorang guru SMPN di Rembang berada di salah satu ruangan yang dalam waktu dekat infrastruktur lainnya akan dilakukan penataan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 100 miliar lebih diharapkan bisa segara direalisasikan untuk pembangunan Kota Garam. Pemkab menargetkan dalam waktu dekat ini sebanyak 50-an paket proyek dapat segera dilelang.

Mengawali lelang paket dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) setidaknya sekitar 20 paket pekerjaan yang mulai tayang lelang. Jika tak ada hambatan sebelum 15 Juli sudah berkontrak. Pihak Pengadaan Barang dan Jasa Setda Rembang memperkirakan akan ada sekitar 30-an paket tidak lama lagi juga segera menyusul.

“Targetnya Minggu ini. Paling lambat pekan depan, agar bisa mengikuti deadline tanggal 21 Juli 2021. Kemarin sedikit mundur karena memang ada peraturan lembaga (perlem) baru dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tentang standar dokumen tender. Sehingga harus disesuaikan dulu, baru tayang kemarin,” kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Rembang Agus Iwan Haswanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (17/6).

Baca juga: Polres Grobogan Lakukan Cek Urine hingga Sikap Tampang

Menurutnya, hitung-hitungan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Rembang ada 50-an paket. Bisa berubah ketika PPK (PPKom) melakukan konsolidasi penggabungan beberapa paket. Agar lebih efisien proses tender.

Dia mengakui tahun ini paling banyak dari Dindikpora. Sebelumnya swakelola. Kini ketentuan DAK harus kontrak. Sehingga paketnya menjadi banyak. Jika digabung diangka kisaran 100 paket dengan beberapa OPD lainnya.”Targetnya sekitar 100-an paket. Untuk nilainya hampir Rp 100 miliar lebih,” jelasnya.

Posisi saat ini sudah tayang sekitar 40-an paket. Pihaknya berharap proses pengadaan lancar. Kemudian harapan lainnya melalui pengadaan barang, APBD Rembang benar-benar bisa menggerakan ekonomi daerah. Melalui pekerjaan-pekerjaan konstruksi maupun pengadaan.

”Kami memang mendorong untuk proses cepat tender. Ini agar bisa berkontrak. Sehingga lapangan mulai jalan, sehingga ekonomi bergerak atau memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menjadi catatan bersama. DAK kontrak terakhir di tanggal 21 bulan Juli 2021. Harus sudah punya Surat Perintah Kerja (SPK). Kalau kelewat tanggal tersebut DAK tidak bisa dicairkan. ”Kalau lebih tanggal 21 Juli tidak akan ditransfer oleh pusat. Kalau sudah terlanjur kontrak, maka beban anggaran diserahkan APBD. Tidak dari DAK,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya