alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Kunjungi Kudus, Panglima TNI Targetkan 1 Juta Vaksinasi per Hari

18 Juni 2021, 11: 08: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

LAWAN COVID: Panglima TNI, Kapolri, Menkes, dan Kepala BNPB berkunjung ke Kudus untuk meninjau vaksinasi kemarin.

LAWAN COVID: Panglima TNI, Kapolri, Menkes, dan Kepala BNPB berkunjung ke Kudus untuk meninjau vaksinasi kemarin. (POLRES KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Kesehatan (Menkes) meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kudus kemarin. Dalam kunjungan itu, diharapkan program vaksinasi bisa optimal. Sesuai arahan Presiden Jokowi, sehingga terealisasi 1 juta per hari secara nasional.

Dalam kunjungan ini, hadir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral Polisi Listyo Agus Prabowo, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, kunjungan ini untuk meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi. Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan pesan Presiden Jokowi yang menargetkan percepatan vaksinasi pada Juli nanti.

Baca juga: Eks Bintang Timnas mulai Gabung Latihan AHHA PS Pati

PERCEPAT VAKSINASI: Karyawan di PT. Pura Group mengikuti proses vaksinasi kemarin.

PERCEPAT VAKSINASI: Karyawan di PT. Pura Group mengikuti proses vaksinasi kemarin. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

”Mulanya vaksinasi ditargetkan 700 ribu per hari. Juli nanti, vaksinasi ditargetkan 1 juta per hari,” terangnya.

Di samping itu, pihaknya juga menekankan penerapan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di zona merah dan oranye diperketat. Penerapannya pembatasan kegiatan masyarakat berkoordinasi dengan RT setempat. Selain itu, berupa tracing kontak erat dan pengawasan warga yang menjalani isolasi mandiri.

”Dengan pengetatan PPKM mikro, diharapkan bisa menurunkan angka penularan Covid-19 di Kudus,” harapnya.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Agus Prabowo meminta dilakukan penguatan testing dan tracing pada masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 dan orang tanpa gejala (OTG). Selain itu, ketika masyarakat menjalani isolasi mandiri diharapkan sesuai dengan prosedur yang benar.

”Masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di rumah jika tak memenuhi kriteria (tempat isolasi mandiri, Red) bisa menjalani isolasi terpusat. Fasilitasnya lengkap, ada tenaga kesehatan, dan ada obat, sehingga tingkat kesembuhannya lebih cepat,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berharap percepatan vaksinasi bisa tersebar luas. Tidak hanya di Kudus, tapi juga di Demak, Grobogan, Pati, dan Jepara.

”Ini sudah ada 91 ribu vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Jika ada yang kurang beritahu kami,” terangnya.

Dia juga menyampaikan, untuk memutus penyebaran mata rantai virus korona, warga diharakan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Di samping itu, testing dan tracing kontak erat harus diintensifkan. Sebab, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus telah menerima bantuan alat tes PCR yang mampu mengetes 500 swab setiap hari.

Sementara untuk akhir bulan ini, 14 ribu karyawan PT. Pura Group ditarget selesai divaksin. Guna merealisasikan target itu, sehari sekitar 1.000 karyawan divaksin. Itu sebagai ikhtiar dari perusahaan untuk membentengi karyawan dari virus Covid-19.

General Manager HR-GA Pura Group Agung Subani menyebut, hinga Kamis (17/6) 4.000 karyawan terlah divaksin. Dan akan terus berlanjut. Di gelombang awal ini, pihaknya menargetkan 5.000 karyawan yang tervaksin. ”Vaksinasi itu telah dimulai sejak Sabtu (12/6) lalu. Setiap harinya menarget 1.000 orang," jelasnya.

Kegiatan vaksinasi ini, kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kudus, Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara), RS. Kumala Siwi Mijen, dan Pura Group.

Selain target 5.000 vaksin itu, Agung menyebut, pihaknya telah mendapatkan kabar bagus, ada bantuan dari Kesdam IV Diponegoro dan Polri untuk mengupayakan adanya alokasi vaksin tambahan. ”Ada tambahan 9.000 vaksin. Harapannya, 14 ribu karyawan bisa tervaksin semua," jelasnya.

Untuk vaksinasi tambahan itu, akan mulai disuntikkan Selasa (22/6) mendatang. Dengan menyasar 1.000 karyawan tiap hari. Jadi, dalam waktu 9-10 hari bisa rampung. Target 14 ribu karyawan selesai divaksin bisa terealisasi di akhir Juni nanti.

Agung menambahkan, vaksinasi ini memang difokuskan untuk dosis pertama. Dalam jangka 28 hari ke depan pascarampung vaksinasi periode satu ini, akan ada vaksinasi dosis ke dua.

Terkait tenaga kesehatan atau vaksinator, dibantu dari Kesdam 4 Diponegoro, polri, dan RS. Kumala Siwi. Dengan total 40 tenaga kesehatan. Dari Kesdam IV Diponegoro ada dua tim yang terdiri dari 22 tenaga kesehatan. Dari RS. Kumala Siwi ada satu tim dengan 10 personel ditambah satu dokter polisi.

”Sejauh ini prosesnya berjalan lancar. Tidak ada penolakan. Karena (karyawan) kami ada eduaksi dan sosialisasi," terangnya. (tos)

(ks/lin/gal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya