alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Tempat Ibadah Steril dari Acara Hajatan

18 Juni 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBATASI: Seorang petugas tengah berjaga di depan masjid Agung Rembang. Mengingat situasi masih pandemi kegiatan pengajian umum atau hajat pernikahan di tempat ibadah dibatasi.

DIBATASI: Seorang petugas tengah berjaga di depan masjid Agung Rembang. Mengingat situasi masih pandemi kegiatan pengajian umum atau hajat pernikahan di tempat ibadah dibatasi. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Pembatasan kegiatan di rumah ibadah mulai diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kemarin Kantor Kementerian Agama (kemenag) Rembang menginstruksikan  pada seluruh penyuluh agama di KUA untuk turun gunung melakukan sosialisasi larang pengajian umum dan hajat pernikahan di tempat ibadah.

Kepala Kantor Kemenag Rembang M. Fatah menyampaikan pembatasan kegiatan di rumah ibadah mengacu  Surat Edaran (SE) Kementerian Agama RI nomor 13 tahun 2021. ”Selama ini kami juga sudah terlibat secara intensif di tingkat kabupaten. Kita koordinasi Satgas Covid-19, forkompimda untuk memantau situasi dan eksplorasi upaya-upaya yang bisa dilakukan bersama,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (17/6).

Menurutnya, sebelum surat edaran dikeluarkan, Kemenag Rembang sudah sepakat dengan Bupati Rembang. Semua seluruh personel KUA wajib untuk terlibat lebih aktif lagi bersama satgas Covid-19 kecamatan serta elemen yang ada.

Baca juga: Inilah Lima Paket Retender yang Masuk Pembuktian Kualifikasi

Ini untuk serta sosialisasi, edukasi juga selalu mengingatkan mentaati protokol kesehatan. Termasuk di masing-masing KUA. Mengoptimalkan penyuluh agama yang bisa terjun di desa-desa, kerja sama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa.

”Kita terjun langsung di tengah masyarakat. Kemudian tokoh-tokoh agama dan di tempat-tempat ibadah. Persis SE Menteri Agama yang terbaru,” jelasnya.

Fatah menambahkan secara spesifik batasan tersebut. Yakni ibadah yang memicu kerumunan lebih banyak. Seperti pengajian umum. Misalnya hajat pernikahan di gedung pertemuan yang ada di rumah ibadah.

“Terkadang hal semacam itu ditemukan. Kemudian Kemenag Rembang juga masih berpedoman SE Menteri Agama sebelumnya. Bahwa zona merah-orange dilarang kerumunan tersebut. Kemudian zona kuning dan hijau tetap diterapkan prokes ketat,” ungkapnya.

Termasuk kegiatan ibadah Salat Jumat  hari ini (18/6). Semua perlu diperhatikan, sudah ada aturan PPKM Mikro sampai posko covid-19 di desa-desa. “Di RT/RW atau desa setempat. Apabila zona merah sangat dilakukan pembatasan. Hal itu berharap bisa dilakukan,” imbuhnya. (noe)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya