alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Ada Lonjakan Kasus Korona, Semua Objek Wisata di Pati Kembali Ditutup

17 Juni 2021, 16: 42: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNGGU KEPUTUSAN: Rombongan bus terlihat putar balik dari objek Wisata Agro Jollong dampak dari penutupan wisata itu belum lama ini.

TUNGGU KEPUTUSAN: Rombongan bus terlihat putar balik dari objek Wisata Agro Jollong dampak dari penutupan wisata itu belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Objek wisata di Kabupaten Pati rencananya akan ditutup kembali. Ini dikarenakan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Pati. Adanya lonjakan tersebut, Pemkab Pati juga memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro ini.

Sebelumnya tempat wisata juga sudah ditutup. Yakni, pada 1-14 Juni. Namun, ini ditutup lagi. Bupati Haryanto mengungkapkan data pasien isolasi di Kota Mina Tani ini. Kisaran 670 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah. Sementara terkonfirmasi 203 orang dan yang suspek sebanyak 214 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi terpusat sebanyak 60 orang.

Terkait pencegahan melebarnya kasus korona ini, pihaknya kembali menutup semua objek wisata yang ada di Pati. ”Oleh sebab itu, PPKM ini akan diperpanjang mulai 16 Juni hingga 28 Juni mendatang. Nanti kalau ada yang melanggar, saya telfon pasukan Brimob yang dikerahkan di Pati ini. Agar ditindak tegas,” kata Bupati Pati Haryanto saat rapat evaluasi Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati kemarin (16/6).

Baca juga: Pembangunan Dermaga di Juwana Dianggarkan Rp 14 Miliar

Aturan ini akan ditandatangani Haryanto. Itu dalam surat edaran (SE) Bupati Pati terkait PPKM mikro ini.  Dia juga menyebutkan, larangan objek wisata religi akan ditutup. ”Ini dalam rangka untuk menekan penularan Covid-19. Pihak Kecamatan Pati juga akan dikerahkan untuk memperketat PPKM mikro ini,” tegasnya.

Sejauh ini, ada 12 kecamatan berstatus zona merah dari 21 kecamatan. Ini Masih terbagi dalam 38 desa dan 151 RT berzona merah.

Bupati menegaskan, dari 21 kecamatan, yang berstatus zona merah saat ini ada 12 kecamatan. Terbagi dalam 38 desa yang zona merah dan 151 RT.

 ”Jangan digeneralisasi bahwa Kabupaten Pati seluruhnya zona merah. Kalau di-breakdown. Zona merah kan ada 151 RT, padahal jumlah total RT ada 7.545 RT. Dengan demikian RT yang terdampak hanya dua persen saja,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Agro Wisata Jollong baru dibuka dua hari sejak 15 Juni kemarin. Kata, Koordinator Lapangan Agro wisata Jolong Haris Darmono, belum ada pemberitahuan terkait penutupan wisata lagi.

”Kalau ditutup lagi ya kami mengikuti, Mas. Ini menunggu surat penutupan lagi,” terangnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP