alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan
Tim Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UMK

Kembangkan Metode Pendidikan Kolaboratif Anyaman Bambu

17 Juni 2021, 11: 20: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

AGEN PENDIDIKAN : Masyarakat pengrajin anyaman bambu menjadi agen pendidikan kolaboratif.

AGEN PENDIDIKAN : Masyarakat pengrajin anyaman bambu menjadi agen pendidikan kolaboratif. (UMK for Radar Kudus)

Share this      

KUDUS – Bentuk kepedulian Universitas Muria Kudus (UMK) diwujudkan dalam pembuatan konsep Pendidikan kolaboratif. Yakni konsep pendidikan modern yang tetap mengedepankan kearifan lokal.

Konsep Pendidikan Kolaboratif , digagas oleh Tim Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UMK, diketuai oleh Imaniar Purbasari. Selain itu, dibantu Jayanti Putri Purwaningrum, Muhammad Sholikhan dan Nur Fajrie.

Menurut Ketua Tim Imaniar Purbasari, Pendidikan Kolaboratif merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat pengrajin anyaman bambu. ”Saat ini, mereka mulai gelisah. Karena generasi muda sekarang, mulai meninggalkan budaya lokal. Khususnya anyaman bambu,” ungkapnya.

Baca juga: Dinkes: Lonjakan Kasus Capai 2.000 Persen, Akumulasi Sejak Tahun Lalu

(UMK for Radar Kudus)

Menangkap kegelisahan tersebut, Pendidikan kolaboratif merupakan solusi dari melemahnya identitas suatu komunitas budaya masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan 71.78% siswa memiliki keinginan berkarya untuk mengetahui proses produksi anyaman bambu. Oleh karena itu, kolaborasi antara satuan pendidikan dan masyarakat merupakan kebutuhan untuk menjawab memudarnya pengetahuan budaya anak.

Banyaknya tanaman bambu, juga merupakan potensi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu sumber mata pencaharian berbasis kriya kreatif. Jenis kriya kreatif yang dihasilkan adalah perabot rumah tangga.

Seiring dengan perkembangan teknologi, perkembangan tersebut menurun dan banyak ditinggalkan oleh masyarakat modern. Industri kriya kreatif anyaman bambu membutuhkan kepedulian masyarakat terhadap budaya dan pendidikan terutama mengenai keberlanjutan produk budaya anyaman bambu.

Pendidikan kolaboratif merupakan upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam memajukan produk anyaman bambu yang menjadi penyambung budaya yang telah menjadi bentuk lokalitas masyarakat.

Pendidikan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, siswa, dan tenaga pendidikan secara bersama memecahkan suatu masalah untuk menyelesaikan atau melakukan suatu proses pembelajaran berbasis produk masyarakat.

Pada pembelajaran kolaboratif siswa tidak hanya tergantung pada kemampuan guru dalam proses transformasi pengetahuan. Guru menjadi perancang program akademik siswa dalam proses belajar bersama masyarakat.

Pendidikan kolaboratif sekolah dan industri merupakan solusi potensial untuk mempertemukan wawasan teoritis dan pengalaman industri kriya kreatif anyaman bambu menjadi bermakna dalam penerusan budaya progresif. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya