alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

PPDB Online Rembang Terkendala Akses Kartu Keluarga

SMAN 2 Rembang Fasilitasi Pengambilan Token d

16 Juni 2021, 13: 36: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

DIFASILITASI: Salah satu calon peserta didik berkonsultasi saat input data di lab SMAN 2 Rembang untuk mengurus token dan akun untuk mendaftar kemarin.

DIFASILITASI: Salah satu calon peserta didik berkonsultasi saat input data di lab SMAN 2 Rembang untuk mengurus token dan akun untuk mendaftar kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Lulusan SMP yang ingin mendaftar SMA/SMK tinggi. Pekan ini mereka sudah mulai input data secara online. Pengambilan token dan akun di lapangan banyak mengalami kendala pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Mulai KK tidak diakses, hingga koordinat tidak sesuai.

Pantauan di SMAN 2 Rembang. Disekolah ini memang memfasilitasi pengambilan token dan akun. Kemarin memasuki hari kedua. Untuk dipakai pendaftaran besok tanggal 21 sampai 24 Juni 2021.

Di lapangan antusias masyarakat luar biasa. Terlihat mereka yang mengajukan token minta bantuan di SMAN 2 Rembang. Mestinya anak-anak pendaftaran online. Namun, SMAN 2 Rembang siap membantu masyarakat peserta didik yang ingin mendaftar SMAN 2 Rembang atau lainnya. Layanan ini bisa diakses mulai pukul 07.30 sampai 15.30. Tentunya sekolah ini menerapkan prokes cukup ketat. Mereka yang masuk di cek suhu tubuh. Melibatkan security. Termasuk ada dari unsur anggota OSIS.

Baca juga: TMMD Sengkuyung Tahap II Blora Targetkan Pembangunan Jalan

PROKES KETAT: Sejumlah anak didik menjalani protokol kesehatan dengan ketat sebelum masuk Lab SMAN 3 Rembang kemarin.

PROKES KETAT: Sejumlah anak didik menjalani protokol kesehatan dengan ketat sebelum masuk Lab SMAN 3 Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Setelah dinyatakan suhunya tidak tinggi mereka bisa melanjutkan pos lanjutan. Yakni berupa hand sanitizer menggunakan mesin otomatis. Selanjutnya cuci tangan. Ini terdapat di setiap sudut, lengkap dengan sabun. Wartawan koran ini membuktikan secara langsung SOP yang diterapkan.

”Benar setelah semua tahapan dilalui mereka baru boleh masuk di lab TI. Yang boleh masuk hanya siswanya, untuk orang tua menunggu diluar. Semua jaga jarak. Kita sediakan kursi, bisa dilihat langsung,”Kata Muhadiono salah satu panitia PPDB kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (15/6).

Selanjutnya anak-anak masuk ruangan. Di ruangan dibatasi. Nanti calon peserta didik baru memasukan data. Setelah komplit baru di print out. Setelah itu dipakai mendaftar pekan depan. Sehingga butuh waktu untuk mengisi ataupun upload data. ”Nanti mencocokan. Setelah fix baru print out. Kendalanya KK tidak bisa diakses, lalu titik koordinat dari jarak rumah calon siswa ke sekolah kadang- kadang berbeda. KK tidak muncul ada yang baru dirubah. Ketika kendala bisa datang di OPD terkait. Jika koordinat datang ke sekolah masing-masing baru

diverifikasi,” jelasnya

Admin SMAN 2 Rembang Utomo menyebutkan pelaksanaan PPDB tahun ini agak berbeda tahun sebelumnya. Mulai tahun ini input data awal pihak sekolah asal. Jadi sebelumnya dimasukan dulu dari SMP asal. Dengan harapan ada proses lancar pada saat pendaftaran. ”Kenyataanya masih banyak ternyata data-data dilapangan tidak sesuai. Karena itu menyangkut beberapa pihak. Kalau NIK berhubungan Dindukcapil. Siswa untuk nilai dan NIS masuknya ke Dapodik. Jadi untuk sinkronkan banyak kendala,” ujarnya.

Tak hanya itu. Kendala lain misalnya ada salah nama, NIK. Lalu data tidak ditemukan dan lain sebagainya. Meski temuan ini tidak banyak. Namun hal semacam itu yang masih terpantau persiapan PPDB selama dua hari terakhir. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya