alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Grahita Purwanda, Putri Tari Persahabatan

Peserta Termuda, Berlatih sejak Usia 5 Tahun

16 Juni 2021, 10: 10: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SABET GELAR: Grahita Purwanda Shinta saat mengikuti lomba Putra-Putri Tari Indonesia 2021.

SABET GELAR: Grahita Purwanda Shinta saat mengikuti lomba Putra-Putri Tari Indonesia 2021. (DOK. PRIBADI)

Share this      

Grahita Purwanda Shinta menjadi gelar putri tari persahabatan. Perempuan asli Rembang itu, menyabet gelar Putri Tari Indonesia Persahabatan 2021 mewakili DKI Jakarta di ajang Pemilihan Putra-Putri Tari Indonesia di Maumere, Sikka, NTT, pada 10-13 Juni lalu.

WISNU AJI, Radar Kudus

”Bagiku, menari adalah bentuk luapan ekspresi dengan kebebasan kreativitas tanpa harus berkata-kata. Dengan menari aku bisa belajar banyak hal, dan ingin membaginya kepada orang-orang. Aku suka menari, karena dengan menari aku mencintai Indonesia dan budayanya).” Kalimat itu Grahita Purwanda Shinta ucapkan di sesi final Penganugerahan Pemilihan Putra-Putri Tari Indonesia.

Baca juga: Pemimpin Harus Berani Mengambil Risiko Demi Keselamatan Warganya

Ya, siswi SMAN 2 Rembang itu, menjadi salah satu peserta lomba yang digelar di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 10-13 Juni lalu. Namun, bukan mewakili kotanya atau Jawa Tengah (Jateng). Melainkan menjadi kontingen DKI Jakarta. ”Saya mewakili Jakrta karena kuliah di sana,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Di ajang yang diikuti 56 peserta putra-putri dari 32 provinsi ini, dia menyabet gelar Putri Tari Indonesia Persahabatan 2021.

Dengan gelar yang disandang itu, ke depan dia akan mengenalkan dan mengembangkan tari kepada masyarakat, terutama anak-anak.

Sintha menerangkan, ini merupakan tahun ke tiga pemilihan putra-putri tari Indonesia. Di sini, tak hanya lomba. Namun para finalis juga membuat program sosial, budaya, dan lingkungan. Aktifnya berbasis kemasyarakatan.

Selain itu, putra-putri tari tidak hanya menuntut seseorang bisa menari, tapi bisa menggeluti manajemen, marketing, kontes kecantikan, public speaking, kemasyarakatan, budaya, maupun yang lainnya.

Dia menjelaskan, di malam penganugerahan putra-putri tari Indonesia, Shinta tampil percaya diri. Ia memakai gaun merah yang dipadukan dengan batik Betawi. Rambutnya dikuncir ponytail. Memberikan kesan elegan dan anggun ditambah dengan hiasan kepala headpiece.

Padahal dia peserta paling kecil. Batasan usianya 17 sampai 25 tahun. Tentunya lawannya lebih senior dan berpengalaman. Hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

Dengan tantang itu, dia tentu lebih tekun dan rajin latihan. Termasuk mengatur emosi dan mental. Karena dipanggung itu, tidak hanya pejabat penting dari NTT yang hadir, namun juga ditayangkan di Youtube. Otomatis ada orang-orang seluruh Indonesia ikut menonton. ”Jadi, saya harus melakukan semaksimal mungkin. Dan yakin bahwa saya bisa,” kenangnya.

Dia membawakan tari Kinang Kilaras dari Betawi. Tari itu ditunjukkan untuk Mak Kinang. Seolah maestro sekaligus pelopor tari topeng. Tari itu, menggambarkan keelokan dan kebahagiaan perempuan Jakarta. Sedangkan kilaras artinya selaras.

Selain tampil, juga ada sesi Tanya jawab dari dewan juri. Dia ditanya asli Jateng, tapi memilih mewakili DKI Jakarta. Hal itu dijawab, ia sudah ikut kompetisi nasional terlebih dahulu. Sebelum ada seleksi lisensi Jateng.

Dari situ ditawarkan dengan dua pilihan. Apakah ingin melanjutkan, tetapi tidak bisa mewakili Jateng. Atau mundur, mendaftar lisensi di Jateng. Dia pilih yang pertama. Sebab, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

Shinta sendiri, belajar menari sejak usia 5 tahun. Dulunya, tari-tarian dari Jawa yang dipelajari. Dia menekuni tarian Betawi baru akhir-akhir ini.

Dia mengaku menyukai tarian nusantara. Tak hanya dari Jawa. Sebab, setiap tari tradisional terdiri memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Hingga saat ini, Shinta masih aktif mengikuti festival dan lomba tari, baik invidu maupun kelompok.

Saat ini ia menjadi pelatih tari di Sanggar Seni Galuh Ajeng di Rembang. Selain itu, Shintra juga memiliki keahlian  di bidang modeling dan musik. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya