alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan
Halalbihalal Universitas Muhammadiyah Malang

Tampilkan Drama Kolosal Lima Kepala Daerah Alumni UMM

15 Juni 2021, 10: 44: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

PENAMPILAN ISTIMEWA: Menko PMK sekaligus Ketua BPH UMM Muhadjir Effendy saat bernyanyi bersama salah satu alumni, Wahid KDI.

PENAMPILAN ISTIMEWA: Menko PMK sekaligus Ketua BPH UMM Muhadjir Effendy saat bernyanyi bersama salah satu alumni, Wahid KDI. (UMM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

MALANG – Hal menarik tersaji saat halalbihalal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabtu (12/6). Ada drama kolosal yang menceritakan kehidupan lima kepala daerah saat kuliah di UMM.

UMM mengundang para lulusan untuk temu kangen di acara Halalbihalal. Gelaran yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini dilaksanakan secara luring di Dome UMM dan daring melalui kanal Zoom serta Youtube UMM.

Untuk memanggil kembali jiwa muda para alumni, acara ini juga menghadirkan tema UMM tahun 1990-an. Tak hanya pada dekorasi panggung dan dresscode para peserta, ada pula jejeran foto aktivitas mahasiswa pada 1990-2000 yang dipamerkan di belakang tempat duduk. Hadir pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Muhadjir Effendy, MAP.

Baca juga: Antisipasi Ruang Isolasi Penuh, Pemkab Rembang bakal Lakukan Ini

NOSTALGIA: Wakil Bupati Pacitan Gagarin (tengah) menceritakan kenangannya saat di UMM pada acara halalbihalal.

NOSTALGIA: Wakil Bupati Pacitan Gagarin (tengah) menceritakan kenangannya saat di UMM pada acara halalbihalal. (UMM FOR RADAR KUDUS)

Gelaran ini juga turut mengundang para alumni yang telah sukses di dunia entertainment. Seperti juara III KDI 2020 Mochammad Abdul Wahid dan komedian Abdurrahim Arsyad. Bahkan, Abdur yang merupakan alumni UMM angkatan 2006 tidak hanya hadir, tapi juga sekaligus menjadi MC hingga akhir acara. Untuk menambah kemeriahan, UMM turut mengundang Paduan Suara Mahasiswa Gitasurya, Band Terima Kos Putri (TKP), dan iringan biola dari Sugianto. Adapula penampilan kecapi dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti).

Selain itu, ada hal unik dalam agenda halalbihalal tersebut. Yaitu penampilan drama perkuliahan lima tokoh alumni yang sukses menjadi kepala daerah. Kisah kelimanya dipadukan dengan apik oleh para pemeran. Tidak jarang penampilan ini mengundang tawa para alumni yang hadir. Menariknya, tidak hanya menampilkan drama, tapi juga langsung menanyakan momen tersebut sembari bercanda tawa ke para bupati dan wakil bupati yang bersangkutan.

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah kisah Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Hasbulla Furuada. Dulunya, ia merupakan salah anggota Resimen Mahasiswa ketika berkuliah di UMM. Di zaman yang serba kekurangan, Hasbulla kadang mengambil jambu di dekat kosnya.

”Dulu paling cepat dapat uang bulanan itu sekitar tiga bulan. Jadi saya sering kelaparan, kadang mengambil jambu di dekat kos saya. Pernah suatu ketika, saya mengambil jambu. Ternyata pemilik pohon jambu tepat berada di depan saya. Untung saya diperbolehkan mengambil jambu tersebut,” kenang Hasbulla.

Kisah lain yang didramakan adalah cerita Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. Pada zaman kuliah, Didik dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan mempunyai catatan yang paling rapi. Karena hal tersebut, catatan perkuliahannya sering dipinjam kawan-kawannya.

”Saya sampai sering sekali mendapat komisi di tempat fotocopy. Karena saking banyaknya teman yang mem-fotocopy catatan perkuliahan saya,” kata Didik.

Selain dua kisah tersebut, terdapat tiga kisah lainnya yang tak kalah unik. Pertama, datang dari Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf. Para lakon sukses memerankan Gus Irsyad saat menjadi mahasiswa dulu. Ia seringkali diminta untuk menjemput para pemateri dan undangan karena hanya dia yang memiliki SIM.

Kisah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga tidak kalah menarik. Mulai dari kesuksesannya berjualan kerupuk ketika mahasiswa, memiliki telepon genggam, hingga rela berusaha menyukai basket.

Terakhir, ada cerita dari Wakil Bupati Pacitan, Gagarin. Yang ketika menjadi mahasiswa, sering sekali mengamati aktivitas yang ada di pasar karena menyukainya.

Pada kesempatan yang sama, Menko PMK Muhadjir berkata, bahwa banyak sekali alumni UMM yang berprestasi. Baik di bidang pemerintahan maupun lainnya. Karena hal itu, UMM harus segera membangun kekuatan dan jaringan alumni dalam rangka membangun dharma bakti demi mewujudkan slogan dari UMM untuk bangsa.

“Jangan berpuas diri dengan capaian UMM sekarang. Kita harus terus berpacu ke depan, dan alumni sebagai pendukungnya,” ucap Menteri Koordinator PMK tersebut.

Senada dengan Muhadjir, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. juga menekankan pada pembentukan jaringan alumni yang teratur dan baik. ”Terimakasih kepada para alumni yang telah menyempatkan diri hadir di acara ini. Semoga rintisan yang luar biasa ini dapat dikembangkan dalam bentuk jaringan produktif, dalam rangka membawa UMM untuk bangsa,” pungkasnya. (*)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya