alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
M Arwani Amaludin, Pengusaha Asal Kudus

Sajikan Ayam Tempayan, Cocok Dicocol dengan Sambal Ontong

14 Juni 2021, 11: 40: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

MASAK AYAM: Muhammad Arwani Amaludin memasak ayam tempayan menggunakan guci dari tanah liat di warungnya baru-baru ini.

MASAK AYAM: Muhammad Arwani Amaludin memasak ayam tempayan menggunakan guci dari tanah liat di warungnya baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

Muhammad Arwani Amaludin dan Linda Juliana membuat masakan unik. Namanya ayam tempayan. Ayam yang dipanggang di dalam kuali tanah liat. Sudah pernah mencicipinya?

INDAH SUSANTI, Radar Kudus

AYAM yang satu ini beda dari yang lain. Bukan ayam panggang biasa. Sebab rasanya dan aromanya khas. Namanya ayam tempayan. Cara memasaknya dipanggang di dalam tempayan. Karena itulah yang membuat cita rasanya berbeda dari ayam panggang biasanya.

Baca juga: Dua Hari Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus Turun 150-an   

Pembuatnya yakni Muhamad Arwani Amaludin dan istrinya Linda Juliana. Saat berada di warungnya, wartawan koran ini diajak melihat proses pembuatan ayam tempayan. Mula-mula ayam dipotong lalu dibersihkan. Ayam kemudian di rendam bumbu dan dimasak sebentar. Setelah itu ayam di bakar atau diasap lumayan sekitar tiga hingga empat jam. Setelah itu ayam diangkat sebentar dan dibumbui lagi dan di masukkan ke tempayan lagi. Kemudian ayam dimasukkan ke dalam kuali besar berbahan tanah liat yang didalamnya sudah ada bara api dari arang lalu ditutup.

“Kenapa namanya ayam tempayan, karena dipanggang dengan menggunakan tempayan atau guci yang terbuat dari tanah liat. Di bawah tempayan terdapat arang kayu yang terus menyala saat proses pemanggangan dan pengasapan ayam,” jelasnya.

Penyajian ayam tempayan yang cukup unik itu menghasilkan olahan ayam bakar yang berbeda yang lezat dan sedap.

Arwani mengaku menggunakan bumbu spesial agar ayam buatannya enak: manis, dan gurih

Proses pembuatan ayam tempayan membutuhkan waktu yang cukup lama. Mulai dari awal hingga siap disajikan bisa memakan waktu 5-6 jam. Saat diasap di tempayan, ayam juga kembali dibumbui lagi hingga dua kali agar bumbunya meresap

Ayam tempayan disajikan lengkap dengan lalapan serta sambal. Dia membuat tujuh pilihan sambal yakni sambal ontong (jantung pisang), sambal buto ijo, sambal tomat, sambal marah, sambal trasi, sambal bawang, dan sambal setan.

Meski baru tiga pekan buka di Kudus, satu hari, warung makan Bundara bisa menjual 10 ekor ayam atau 40 porsi ayam tempayan. Harganya cukup terjangkau. Satu porsi ayam tempayan, sambal, dan lalapan cukup dengan Rp 22 ribu.

Warung Arwani juga didesain klasik. Ada kendi berwarna hitam kemudian cawan-cawan dari tanah liat, menambah kesan etnik. Sajian untuk sambal juga dari tanah liat, cobek kecil, seperti yang dijual di dandangan. (*) 

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya