alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Malam Dagang, Siang Ngajar

14 Juni 2021, 09: 21: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

Dewi Ayu Arismaya

Dewi Ayu Arismaya (Dok. PRIBADI Dewi Ayu Arismaya)

Share this      

TAK ingin merepotkan orang tua, alias mandiri, Dewi Ayu Arismaya merintis bisnis sejak masih kuliah. Wanita kelahiran 8 Oktober 1994 itu memulainya dengan usaha kecil-kecilan. Sistem  sistem pre order (PO). Namun kini usahanya makin berkembang. Dia sudah mulai menyetok barang sendiri.

Perempuan warga RT 1/RW 6, Desa Tumpangkrasak, Jati, itu kini memiliki dua bisnis online. Yakni Kaos dan MS GLOW. Dengan brand nama @imacollec yang menjual berbagai macam kaos. Dan @iambeauty kudus yang menjual skin care dan produk perawatan serta kecantikan lainnya.

Tak tanggung-tanggung, berkat ketekunan dan keuletannya itu usahanya terus berkembang. "Alhamdulillah semakin baik. Yang dulu belum bisa nyetok barang karena terkendala modal sekarang bisa nyetok barang sendiri," ujarnya.

Baca juga: Mari Tingkatkan Prokes

Sementara untuk pembelinya, yang semula jangkauan hanya area Kota Kudus kini sudah banyak. Berasal dari berbagai kota. Hingga luar pulau Jawa. Bahkan dalam sebulan omzetnya mencapai Rp 30-35an juta.

Tetapi suksesnya bisnis tersebut bukanlah tanpa halangan. Dia sempat merugi. Kala ada customer yang membatalkan pesanan secara sepihak dengan jumlah yang tak sedikit. Selain itu dia juga pernah kena tipu supplier. Karena barang yang sudah dibeli ternyata tidak dikirim.

"Merugi sudah pasti. Tetapi kembali lagi saya semangat memulai lagi dan berusaha serta selalu berdoa. Alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan baik," ungkapnya.

Meski sudah memiliki bisnis tersebut, Ima juga punya aktivitas lain. Dia juga seorang guru PNS di SD 4 Jepang. Tak hanya itu, setiap sore ia juga melayani les privat. Dengan berbagai kesibukan itu, ia mengaku harus pandai mengatur waktu.

"Cara membagi waktunya itu pintar-pintarnya kita. Jika pagi hingga siang waktu benar-benar saya fokuskan untuk mengajar. Jika malam saya fokuskan di bisnis online," terangnya.

Sementara untuk sore hari, dia masih menyempatkan diri untuk menjadi guru les privat. Dia senagaja tetap meluangkan waktu ngelesi sebagai cara dalam berbagi ilmu. Dan sekaligus cara tetap mengasah otak.

Terkait karirnya sebagai PNS, Ima bercerita jika dulu sempat hanya menjadi guru GTT. Dia mengabdi menjadi guru tidak tetap itu dengan bayaran tak seberapa sejak 2018. Beruntunglah tak lama kemudian ada pendaftaran PNS.

"Saya ikuti dan Alhamdulillah dengan doa orang tua dan usaha saya masuk peringkat 1 dan diangkat PNS di SD 4 Jepang Mejobo (SD saat saya mengabdi)," ungkapnya. (tos)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya