alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Langgar PPKM, Delapan Karaoke di Grobogan Ditutup

11 Juni 2021, 13: 42: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

DISEGEL: Petugas dari Disporabudpar Grobogan memasang tanda  di tutup pada salah satu karaoke Kecamatan Gubug.

DISEGEL: Petugas dari Disporabudpar Grobogan memasang tanda di tutup pada salah satu karaoke Kecamatan Gubug. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, – Melanggar PPKM, depalan kafe karaoke ditutup. Lima karaoke di Kecamatan Gubug dan tiga di Kecamatan Pulokulon, Kradenan, dan Tawangharjo.

Petugas terdiri dari Satpol PP, Polres Grobogan, Kodim 0717 Purwodadi, Dinkes, BPBD, dan Disporabudpar. Penutupan dilakukan mulai 8-14 Juni 2021.

Kabid Pariwisata Suliwati mengatakan, penutupan kafe karaoke ini dilakukan sesuai SE Bupati Nomor: 360/1280/2021 tentang pemberlakuan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pengoptimalan posko penanganan Covid -19 di tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Grobogan.

Baca juga: Satu Peleton BKO Batalyon 410/Alugoro Lakukan Swab sebelum bertugas

Penutupan kafe karaoke dilakukan dengan memberikan surat resmi dan menempelnya didinding kafe. Sehingga jika pemilik nekat membuka kembali akan kembali tutup paksa dan pemiliknya akan dipanggil untuk diperiksa.

“Kami harapkan warga tetap mengawasi. Jika ada yang buka segera lapor dan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Selain wisata dan karaoke, proses belajar mengajar juga masih dilakukan daring. Untuk restoran hanya boleh diisi 25% persen pengunjung dengan ketentuan buka sampai pukul 20.30. Sedangkan untuk angkringan buka sampai pukul 21.00.

“Khusus untuk swalayan, pertokoan, salon kecantikan atau klinik hanya boleh sampai pukul 19.00. Pasar rakyat hanya sampai pukul 14.30,” terangnya.

Untuk tempat ibadah hanya 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Sementara kegiatan agama yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan dan dapat dilaksanakan secara daring.  Kegiatan sosial budaya dan giat lain yang dapat menimbulkan kerumunan antara lain pertemuan/rembug warga, resepsi, hajatan, pentas seni atau giat lainnya dihentikan sementara waktu.

“Kami juga mengajak warga pada Sabtu dan Minggu semua masyarakat mendukung Gerakan Grobogan di Rumah Saja. Hindari keluar rumah dan bepergian jauh,” tandasnya. 

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP