alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Pemkab Grobogan Cari Satu Hotel untuk Isolasi Terpusat

11 Juni 2021, 13: 38: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

ISOLASI: Tempat isolasi terpusat di Hotel Kencana yang dilakukan akhir tahun lalu.

ISOLASI: Tempat isolasi terpusat di Hotel Kencana yang dilakukan akhir tahun lalu. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, – Tim Satuan Tugas (Satgas) segera mencari tempat isolasi terpusat di salah satu hotel. Ini dilakukan karena ada kenaikan kasus dan munculnya klaster keluarga.  

Sekda Grobogan Moch Sumarsono mengatakan, banyaknya pasien terkonfirmasi yang memilih isolasi mandiri (isoman) yang jauh dari pantauan petugas, membuat Pemkab Grobogan membuat dua pilihan.

Pertama, dengan mengirim pasien terkonfirmasi ke asrama haji Donohudan Boyolali. Kedua, dengan kembali menyediakan tempat isolasi terpusat di salah satu hotel.

Baca juga: Bappeda Grobogan Luncurkan “Sinada Pencerah”

“Namun, per hari ini (Red, kemarin) kami sudah mewajibkan pasien untuk isolasi terpusat di Donohudan. Sifatnya wajib. Hal ini untuk menekan merebaknya kluster keluarga,” katanya.

Isolasi terpusat itu akan dianggarkan di APBD-II. Saat ini sedang proses pencarian hotel yang bersedia dijadikan tempat isolasi. “Anggaran operasionalnya cukup besar dan tidak semua hotel mau dijadikan tempat isolasi,” imbuhnya.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo menambahkan, sambil menunggu ketersediaan tempat isolasi terpusat, saat ini pasien isoman harus berangkat ke Donohudan. Pihaknya sudah menyiapkan kendaraan ambulans untuk antar-jemput.

Menurutnya, isolasi terpusat akan mempermudah pantauan pasien covid-19. Sebab ada dokter yang bisa on call untuk konsultasi. Selain itu, tenaga kesehatan (nakes) akan memantau kondisi pasien yang ada di tempat isolasi terpusat. Mereka akan cek up tanda-tanda vital per hari. Kemudian terapi medikasi sesuai dengan gejala ringan yang muncul atau rujukan jika terjadi perburukan.

Selain itu, prioritas pasien terkonfirmasi Covid-19 yang masuk dalam isolasi terpusat ini yakni pasien terkonfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan. “Pasien yang fasilitas isolasi mandiri di rumah tidak memungkinkan adanya pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Adanya keluarga dengan risiko tinggi terpapar dalam satu rumah di antaranya yang memiliki penyakit DM, akibat penuaan, autoimun, ginjal, hipertensi, jantung, PPOK, TBC, ibu hamil, dan balita,” ujarnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP