alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Seleksi Perangkat Desa di Grobogan Diduga Ada Kecurangan

Diusulkan Hasil Ujian Dikoreksi Ulang

11 Juni 2021, 11: 32: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI PENJELASAN: Ketua ujian perangkat Desa Katong Abdurrochim (dua dari kiri) dan Kepala Desa Katong Sukarsono (dua dari kanan) memberi keterangan dan menjawab warga yang kecewa dengan hasil ujian perangkat desa.

BERI PENJELASAN: Ketua ujian perangkat Desa Katong Abdurrochim (dua dari kiri) dan Kepala Desa Katong Sukarsono (dua dari kanan) memberi keterangan dan menjawab warga yang kecewa dengan hasil ujian perangkat desa. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Belasan warga Desa Katong, Kecamatan Toroh yang tidak lolos ujian perangkat desa mendatangi kantor kades setempat pada Kamis (10/6) kemarin. Mereka meminta agar ada koreksi ulang ujian perangkat desa.

Kemarin, belasan warga menggelar aksi mosi tidak percaya atas pelaksanaan ujian perangkat Desa Katong yang  bekerja sama dengan Piliteknik Negeri Semarang (Polines).

Perwakilan peserta seleksi penyaringan perangkat Desa Katong Suprapto mengatakan, hasil dari ujian perangkat desa pada 7 Juni 2021 lalu diduga tidak transparan. Sebab ada indikasi nilai ujian yang dikeluarkan Polines, selaku penyelenggaran ujian perangkat Desa Katong hanya berdasarkan nilai akhir dan tidak menyertakan keseluruhan hasil peserta ujian.

Baca juga: Pelaksanaan PTM di Kudus Nunggu Koreksi Gubernur

“Dugaan kecurangan ini karena dari Polines tidak mengoreksi lembar jawab di tempat ujian. Tetapi dilakukan di tempat lain secara tertutup tanpa pengawasan dari pengawas independen di luar panitia pelaksana ujian,” kata Suprapto.

Jika dilakukan di tempat terpisah, kata dia, banyak peluang terjadinya kecurangan penyelenggara ujian perangkat desa untuk merubah, menukar atau mengganti lembar jawab soal ke oknum tertentu.

“Kami menuntut koreksi ulang hasil tes Desa Katong dengan membawa lembar jawaban peserta soal seleksi penyaringan perangkat desa,” ujarnya.

Ketua panitia ujian perangkat Desa Katong Nurrochim mengatakan, pelaksanaan pengisian perangkat sudah sesuai dengan ketentuan dan bersifat terbuka dan transparan.

“Untuk panitia hanya melaksanakan tugas sebagai pelaksana. Untuk hasil nilai, soal, dan lainnya berasal dari Polines. Jadi kami hanya memfasilitasi saja. Untuk koreksi dilakukan Polines,” terangnya.

Kepala Desa Katong Sukarsono mengatakan, jika ada isu pengodisian dan lainnya jelas tidak benar. Sebab nilai yang keluar berasal dari ujian seleksi perangkat desa yang diikuti serentak se-Kabupaten Grobogan.

Menurutnya hasil seleksi perangkat desa ini dipilih nilai tertinggi urutan satu dan dua. Kemudian hasil dari tes perguruan tinggi diserahkan ke panitia. Selanjutnya diserahkan kepada kades lalu diserahkan kepada Camat untuk dipilih. “Dipilih dua karena jika salah satu meninggal posisi kedua bisa menggantikan,” terangnya.

Banyaknya calon yang protes, kata dia, karena salah satu yang diterima berijazah paket C. Sedangkan banyak sarjana ikut ujian tetapi tidak lolos. Peserta lainya juga mengklaim nilai keluar tidak sesuai dengan prediksi jawaban yang ditulis.

Formasi perangkat Desa Katong ada tiga yang kosong. Yaitu formasi Kepala Dusun Katong, Kepala Dusun Jetis, dan Kepala Dusun kembangan. Dari tiga formasi itu, ada 21 pendaftar. 

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya