alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tiga Desa di Kudus Masih Nol Kasus Covid-19, Mana Saja?

11 Juni 2021, 10: 15: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Tiga Desa di Kudus Masih Nol Kasus Covid-19, Mana Saja?

KUDUS – Kasus Covid-19 di Kudus tengah meningkat belakangan ini. Namun ada tiga desa yang dinyatakan zero kasus. Alias tidak ada penduduknya yang terkonfirmasi positif terpapar korona.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Masud menyatakan, sebelumnya ada empat desa yang tercatat dinyatakan nol kasus. Meliputi Desa Ternadi, Kecamatan Dawe; Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu; Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe; dan Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota. ”Kini yang nol kasus tiga desa. Yakni Glagah Kulon, Ternadi, dan Blimbing Kidul,” katanya.

Dari data yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, sebaran yang terjadi per kemarin, Kecamatan Jekulo ada 217 yang terkonfirmasi kasus positif, Kecamatan Bae ada 236 kasus, Kecamtan Dawe 231 kasus, Kecamatan Gebog 273 kasus, Kecamatan Jati 320 kasus, Kecamatan Jekulo 271 kasus, Kecamatan Kaliwungu 151 kasus, Kecamatan Kota 406 kasus, Kecamatan Mejobo 221 kasus, dan Kecamatan Undaan 101 kasus.

Baca juga: Datang Tak Harus Baca Buku, Tik Tok-an Juga Boleh

Di samping itu, ada lima desa yang dinyatakan kasusnya paling banyak. Antara lain, Desa Gondangmanis dengan 76 orang terkonfirmasi positif, Kelurahan Mlati Kidul ada 51 orang, dan Desa Gondosari dengan 72 orang. Dua desa lain, Desa Jepang ada 59 orang dan Purwosari 44 orang.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Diharapakan dengan itu, bisa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Terpisah, Camat Dawe Amin Hidayat menyatakan, di wilayahnya sempat ada dua desa yang dinyatakan nol kasus Covid-19. Desa Glagah Kulon mampu nol kasus dilatar belakangi oleh mobilitas warga sekitar yang rendah. ”Beberapa desa di bawah kaki Gunung Muria juga sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Di samping itu, kegiatan PPKM mikro juga digencarkan. Satgas menertibkan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain itu, penyemprotan disinfektan masif dilaksanakan di desa-desa.

”Kami harap mayarakat jangan kendor dalam menerapkan prokes. Karena itu bisa memutus mata rantai penyebaran virus korona,” pintanya.

(ks/gal/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya