alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Ganjar Tegaskan Vaksinasi di Gradhika untuk 50 Tahun ke Atas

10 Juni 2021, 11: 50: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

TINJAU VAKSINASI: Gubernur Ganjar Pranowo meninjau vaksinasi di gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (9/6) kemarin.

TINJAU VAKSINASI: Gubernur Ganjar Pranowo meninjau vaksinasi di gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (9/6) kemarin. (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan program vaksinasi di Gedung Gradhika Bhakti Praja diperuntukkan warga berusia 50 tahun ke atas. Bagi warga usia di bawahnya boleh ikut vaksin namun syaratnya harus membawa orang tua atau tetangga berusia minimal 50 tahun sebanyak dua orang.

Hal itu dikatakan Ganjar saat mengecek vaksinasi Rabu (9/6). Saat itu tampak sebagian warga ditolak karena masih berusia di bawah 50 tahun.

”Sekarang pulang dulu, besok ke sini lagi bawa orang tuanya ya, yang usianya 50 tahun lebih. Tetangga juga boleh. Yang penting manula. Karena vaksin ini kami prioritaskan manula dulu,” kata Ganjar.

Baca juga: MTsN 1 Jepara Launching Portal Riset

Ganjar sendiri kembali melakukan pemantauan. Sebelum bertolak ke Boyolali untuk mengecek penanganan Covid-19 di sana, Ganjar menyempatkan diri untuk menengok proses vaksinasi.

”Nah gini, sudah tertib. Ayo bapak ibu yang tertib ya. Ingat yang diprioritaskan yang lansia dulu, di atas 50 tahun,” kata Ganjar pada warga.

Ganjar menerangkan bahwa program vaksinasi diprioritaskan untuk lansia. Sebab saat ini, jumlah vaksin masih sangat terbatas.

”Nanti bulan Juli kami akan dapat stok vaksin banyak, nah nanti itu bisa dipakai untuk selain lansia. Jadi sabar ya, kami prioritaskan dulu yang lansia," ucap Ganjar.

Ganjar juga mengimbau warga yang akan vaksinasi di Pemprov agar tetap taat protokol kesehatan. Pihaknya telah mengevaluasi dan membuat protokol antrean baru agar tidak terjadi kepadatan seperti pagi tadi.

”Mereka datang terlalu pagi, dan kami lambat untuk mengantisipasi. Maka begitu saya dikabari ada kerumunan, saya langsung cek. Ternyata mereka datang sebelum jam layanan, jadi belum terantisipasi model antrenya. Tapi tadi begitu saya datang, langsung diatur,” jelasnya.

Selain itu ada informasi keliru yang beredar di masyarakat. Dalam informasi di group-group Whatsapp, beredar yang bisa divaksin adalah usia 18-59 tahun.

”Kami coba atur ulang sistemnya, Alhadulillah sudah bisa diperbaiki. Ini saya lihat sudah tertib, sampai siang ini sudah tertib,” jelasnya. (kom/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP