alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

Marketing Politik PPP dalam Mempertahankan Basis Pendukung

10 Juni 2021, 10: 54: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

BERBINCANG: Ketua Fraksi PPP Jepara Khoirun Ni’am (kiri) bersama Danes Tiara Aghata, mahasiswi Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Semarang.

BERBINCANG: Ketua Fraksi PPP Jepara Khoirun Ni’am (kiri) bersama Danes Tiara Aghata, mahasiswi Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Semarang. (FPPP JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara memiliki kiat khusus untuk mempertahankan basis pendukung. Partai berlambang Kakbah itu, terhitung sebagai partai besar di Kota Ukir. Walaupun di tingkat nasional PPP saat ini menurun daripada tahun-tahun sebelumnya. Pada Pemilu Legislatif 2019, PPP Jepara menjadi pemenang dengan sepuluh kursi. Otomatis menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD Jepara.

Strategi PPP dalam mempertahankan basis pedukung cukup sederhana. Saat ini, basis PPP adalah tokoh-tokoh agama, santri, dan ibu-ibu pengajian yang gemar menggelar aktivitas religi.  Seperti pengajian yang sering digelar badan otonom (banom) PPP sendiri, yaitu Wanita Persatuan Pembangunan Jepara.

PPP salah satu partai Islam yang mewadahi umat Islam untuk berjuang di bidang politik sosial dan keagamaan. Dengan tetap mempertahan startegi dakwah pengajian dan sosial. PPP tentunya akan tetap eksis dalam perpolitikan di Jepara pada khususnya.

Baca juga: Hanya 8 Persen Pencaker Lapor Diterima Kerja

Apalagi di depan mata ada bonus demografi. Partai bergerak dalam menggaet pemuda-pemuda untuk aktif dalam politik. Khusnya santri-santri yang memang salah satu komponen dalam memperjuangkan partai Islam ini, yaitu PPP.

Kini, banom-banom PPP di Jepara seperti Angkatan Muda Ka’bah atau AMK Jepara, Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), dan Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Jepara juga bangkit untuk mengeksiskan diri lagi. Melalui banom-banom inilah PPP menggaet kaum-kaum muda yang mempunyai minat dan kompetensi dalam bidang politik untuk mensyi’arkan perjuangan partai Islam di Jepara.

PPP bersama banom-banomnya bergerak bersama untuk berjuang dan memperjuangkan partai Islam ini untuk tetap eksis. Guna mewadai aspirasi-aspirasi umat Islam untuk dapat diperjuangkan di pemerintahan daerah.

Tak hanya itu, partai juga melaksanakan strategi-strategi politik berbasis media. Karena media saat ini menjadi motor penggerak dalam pengelolaan isu-isu seperti halnya dalam bidang promosi. Baik itu promosi penjualan produk atau promosi partai.

Tim pemenangan pemilu dalam merancang startegi tentunya memperhatikan beberapa aspek dan koridor organisasi. Dalam bidang strategi, PPP Jepara mempunyai dua strategi. Yaitu strategi permanen yang dilakukan sehari-hari dan strategi promosi ketika pemilu atau kampanye.

Strategi sehari-hari adalah aktivitas yang sering dilakukan. Yaitu dakwah atau pengajian yang digelar secara rutin dan kegiatan sosial ketika bencana alam. Sementara strategi saat kampanye yaitu dengan melakukan strategi bersifat prakatis dengan lobi-lobi politik atau komunikasi politik dengan progam-progam yang ditawarkan untuk meyakinkan masyarakat atau pemilih.

Terkait marketing politik 4P (product, promotion, price, place) yang dilakukan PPP, dengan memperjuangkan aspirasi umat Islam. Untuk menarik minta pemilih, PPP melalui struktur partai, banom, dan kader terjun langsung di masyarakat dan ambil peran penting sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara untuk mengenalkan kader lewat tiga cara. Pertama, push marketing. Menyampaikan produk politik (partai dan calon) secara langsung kepada pemilih. Kedua, pull marketing, yakni menyampaian produk politik dengan menggunakan media massa. Terakhir, pass marketing, yakni penyampaian produk politik melalui pihak ketiga yang dinilai mampu mempengaruhi pemilih. Di antaranya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda atau tokoh-tokoh lain yang berpengaruh. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya