alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Hanya 8 Persen Pencaker Lapor Diterima Kerja

10 Juni 2021, 10: 11: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

GANTI ONLINE: Pencaker mendatangi stand perusahaan di Job Fair Jepara sebelum pandemi.

GANTI ONLINE: Pencaker mendatangi stand perusahaan di Job Fair Jepara sebelum pandemi. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Sejak akhir tahun lalu, pencari kerja yang mengajukan surat AK-1 cukup mengakses yokerjo.jepara. go.id. Tanpa harus datang ke kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi. Namun hanya delapan persen pencaker yang laporan sudah diterima bekerja. Yakni sebanyak 884 orang.

Sementara hingga kemarin masih ada 10.064 pencari kerja pemegang AK-1. Dari jumlah tersebut diperkirakan sudah ada yang diterima di perusahaan. Namun disinyalir tidak melaporkannya ke dinas.

Kepala Dinkop UKM Nakertrans Jepara Samiadji melalui Kasi Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja Pelatihan dan Produktifi tas Amrina Rosyida menjelaskan pencaker sebenarnya memiliki kewajiban untuk melaporkan statusnya jika sudah diterima kerja. Masa aktif AK-1 sendiri berlaku dua tahun. Setiap enam bulan sekali harus lapor jika belum diterima kerja.

Baca juga: Empat Orang Bersaing Jadi Cakades Kaliaman

“Banyak yang tidak lapor. Selama dua tahun kalau tidak lapor otomatis dihapus sesuai masa aktif AK-1,” terangnya.

Ia menambahkan ada ke mungkinan dari jumlah pencari kerja yang terdapat di web sudah ada yang diterima kerja. Tapi tidak laporan. Justru pihaknya lebih sering menerima laporan dari perusahaan yang ketempatan kerja oleh pemegang AK-1. ”884 orang itu dari laporan perusahaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Rina mengungkapkan, melalui yokerjo.jepara.go.id di sisi lain sebagai job faironline. Di mana pencaker bisa mengakses lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan. Tercatat ada 27 perusahaan aktif yang membuka lowongan hingga kemarin. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya