alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Bupati: Ayo, Maksimalkan Lagi Peran Jogo Tonggo

10 Juni 2021, 10: 00: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

RAPAT: Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama fokopimda dan camat seKabupaten Jepara membahas penanganan Covid-19.

RAPAT: Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama fokopimda dan camat seKabupaten Jepara membahas penanganan Covid-19. (DISKOMINFO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi telah mengumpulkan seluruh camat se-Kabupaten Jepara, pada Senin (7/6/) sore, di Peringgitan Dalam Pendapa RA. Kartini. Hal itu untuk menindaklanjuti jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat. Para camat diinstruksikan untuk mengkoordinasikan wilayahnya masing-masing agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Satgas Jogo Tonggo juga perlu dimaksimalkan dan diaktifkan kembali.

Mas Andi –sapaan karabnyamenjelaskan, Jepara masuk dalam zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah. Untuk itu, harus diambil langkah dan tindakan cepat agar tidak semakin bertambah banyak jumlah kasus Covid di Kota Ukir.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan laju perkembangan kasus Covid-19. Termasuk hiburan yang sebelumnya diberikan ruang untuk pementasan terbatas, selama dua pekan ke depan akan ditiadakan.

Baca juga: Tiga Rekomendasi Penting untuk Capai Ketahanan Air Nasional di 2021

”Camat silahkan turun langsung ke desa. Memastikan kembali satgas Jogo Tonggo yang sudah terbentuk bisa diaktifkan kembali. Sementara pemerintah desa menyiapkan kembali rumah-rumah isolasi. Jika ada kesulitan dalam hal anggaran bisa melakukan refocusing APBDes kembali. Langkah cepat harus diambil,” imbuhnya.

Sementara soal tempat karantina terpadu pemkab telah menyiapaknnya untuk mengantisipasi lonjakan. Yaitu, di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan, Bumi Perkemahan (Buper) Pakisaji dan di wisma milik Dinas Pariwisata di Kecamatan Donorojo. ”Agar semuanya terkoordinir dengan baik, akan kita siapkan tempat karantina di tingkat kabupaten,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko menaruh perhatian khusus di Kecamatan Nalumsari, Mayong, Kalinyamatan, dan Welahan. Di mana jumlah kasus Covid banyak di temukan di wilayah tersebut. Kapolres meminta camat berkoordinasi dengan kapolsek dan danramil beserta jajarannya untuk turun ke masyarakat. Utamanya mengawasi kegiatan hajatan yang saat ini sedang banyak dilakukan.

Camat Mayong M. Subkhan menjelaskan jika di sana sangat berpotensi terkait penyebaran Covid-19. Bahkan, diperkirakan dalam waktu dua hari akan lebih meningkat lagi. Rata-rata mereka yang terkonfi rmasi Covid, bekerja (karyawan) di sejumlah perusahaan yang ada di Kecamatan Mayong. Satgas kecamatan akan bergerak, dengan mengundang sejumlah perusahan Penanaman Modal Asing (PMA), untuk mengkoordinasikan langkah pencegahan.

Tak hanya itu lingkup aparatur sipil negara juga bakal diterapkan work from home. Aturan itu mulai berlaku hari ini (9/6) sampai 30 Juni mendatang. Teknisnya diserahkan kepada perangkat dinas masing-masing. Dengan pembatasan 25 persen pegawai yang WFH. “Bagi yang WFH wajib menjalankan tugasnya di rumah dan mengaktifkan alat komunikasi,” terangnya.

Terkait kegiatan belajar mengajar akan diatur melalui surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Jepara. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP