alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Dinkes Grobogan Ungkap Okupansi Bed Pasien Turun Jadi 83 Persen

10 Juni 2021, 08: 45: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

Dinkes Grobogan Ungkap Okupansi Bed Pasien Turun Jadi 83 Persen

GROBOGAN – Saat ini Grobogan memasuki urutan ketiga kasus Covid-19 tertinggi se-Jawa Tengah, di bawah Kudus dan Sragen. Meski demikian, tingkat okupansi bed pasien Covid-19 menurun. Pekan ini berada di angka 83 persen.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengungkapkan, kasus naik lagi dengan skor 1,59 dengan total 3.894 kasus. Ada delapan kabupaten yang masuk zona risiko tinggi. Yakni Kudus, Sragen, Grobogan, Tegal, Pati, Jepara, Demak, dan Brebes.

Faktor penyebab Grobogan masuk zona merah lantaran kasus meninggal mencapai 8,29 persen di atas rata-rata nasional dan provinsi. Kemudian ketersedian bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit sempat mencapai 90 persen.

Baca juga: Cegah Korona, Polres Grobogan Semprot Disinfektan Pakai Mobil Patroli

 ”Pekan lalu sempat mencapai 90 persen dengan total 217 tempat tidur (TT), kali ini sudah turun ke angka 83,96 persen lantaran ada penambahan 51 TT dari empat RS rujukan,” ungkap Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo.

Empat RS itu di antaranya RSUD dr Soedjati sebanyak 30 TT. Sisanya dari RS PKU Muhammadiyah Gubug, RS Ki Ageng Selo dan RS Panti Rahayu. ”Sehingga ada total 262 TT,” imbuh Slamet.

Hal itu membuat pemkab menurunkan kembali surat edaran (SE) terbaru soal perketatan aturan. Seperti, aktivitas hajatan harus random sampling rapid antigen kepada pemilik hajatan dan tamu. Kemudian, pembatasan kegiatan masyarakat. Yakni diperbolehkan berjualan maksimal pukul 21.00. Hingga perketat protokol kesehatan (prokes) penggunaan masker dan perbanyak testing dan tracing.

”Kembali ke peraturan PPKM awal, saat ini Grobogan masuk kondisi yang tidak biasa. Kami akan perketat pengerahan personel pendamping tenaga kesehatan (nakes) di lapangan,” jelasnya.

Hal itu untuk membantu percepatan tracing dan testing yang saat ini masih rendah. Harapannya, ada program di rumah setiap Sabtu atau Minggu. Sehingga diharapkan bisa menekan kasus Covid-19 di Grobogan. 

(ks/int/lid/top/JPR)

 TOP