alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Penyebab Hasil Ujian Seleksi Perangat Desa di Grobogan Molor

10 Juni 2021, 08: 02: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

Penyebab Hasil Ujian Seleksi Perangat Desa di Grobogan Molor

GROBOGAN –  Pengumuman hasil ujian perangkat desa molor dari  jadwal pukul 18.00 pada Senin (7/6). Penyebabnya ada sejumlah desa yang harus ujian ulang. Sehingga hasilnya baru dimumumkan pukul 22.00 hingga 23.00.

Sekertaris Paguyuban Kepala Desa Demang Manunggal Grobogan Suwoto mengatakan, waktu pengumuman hasil ujian perangkat desa tidak bersamaan. Karena ada beberapa desa yang menjalankan ujian ulang. Sehingga harus menunggu sampai waktu ujian selesai.

”Memang pengumuman tidak bersamaan. Ada calon perangkat desa ujian ulang karena nilai dari peringkat satu dan dua sama. Atau nilai dari ujian satu formasi kurang dari passing grade,” katanya.

Baca juga: Berkunjung ke SVS, Menko Airlangga Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes

Beberapa desa yang ujian ulang ada di Kecamatan Penawangan, Kedungjati, dan Karangrayung. Sehingga pengumuman hasil ujian yang dijadwalkan pukul 18.00 molor menjadi pukul 22.00 sampai 23.00.

Menurutnya, ujian ulang bisa dilakukan oleh pihak penyelenggara dari universitas ketika  satu formasi dari desa tersebut tidak memenuhi passing grade nilai 60. Atau nilai ujian peringkat satu dan dua sama. Jika ada hasil seperti itu maka akan diulang lagi.

Keterlambatan pengumuman hasil tes itu juga sempat menuai protes dari peserta. Eka Andikasari, salah satu peserta calon perangkat Desa Tambaksari, Kecamatan Wirosari menduga bahwa semua formasi yang dibuka, sudah terdapat calon yang akan mengisi formasi tersebut. Bahkan jauh sebelum tes diselenggarakan.

”Saya dengar kalau sebenarnya LJU (lembar jawab ujian) itu tidak dikoreksi sama sekali. Karena semua jawaban sudah diisi sama orang bawaan (kepala desa, red),” kata Eka yang mendaftar untuk mengisi posisi Kasi Kesejahteraan di desanya itu kemarin.

Eka juga kecewa saat pengumuman. Sebab, dia hanya mendapatkan nilai 74. Padahal, dia yakin bisa menjawab 90 persen dari pertanyaan yang ada. Nilainya pun hanya kalah dua poin dari Susanto, yang mendapatkan nilai 76.

Suwoto menambahkan, pelaksanaan ujian perangkat di 229 desa dan memperebutkan 970 formasi tersebut berjalan aman dan lancar. Semua panitia penjaringan perangkat desa dan pihak universitas telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan. Meski ada beberap laporan di kanal Lapor Gubernur tentang adanya kejadian di lapangan.

 ”Saya mendapatkan laporan di Lapor Gubernur hanya keterlambatan pengumuman dan hasil pengumuman diumumkan di masing-masing desa. Padahal bisa diakses lewat website panitia seleksi desa. Jadi semua bisa mantau,” ujar pria yang juga menjadi Kepala Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa pada Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Grobogan Agus Pri mengungkapkan, pengumuman hasil tes sepenuhnya kewenagan perguruan tinggi.

”Mengumumkan itu kan setelah selesai koreksi. Makanya tetap menunggu hasil koreksi dari perguruan tinggi. Itu di luar kewenangan pemkab,” kata dia kemarin. 

(ks/mun/ful/lid/top/JPR)

 TOP