alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Dewan Menyoal Selisih Data Korona Dinkes Pati dengan Pemprov dan Pusat

09 Juni 2021, 15: 38: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

DIEVALUASI: Bupati Haryanto bersama OPD terkait mengadakan Rakor Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati kemarin (8/6).

DIEVALUASI: Bupati Haryanto bersama OPD terkait mengadakan Rakor Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati kemarin (8/6). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – DPRD Pati menyoal perbedaan data perkembangan covid-19 pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati. Data yang dihimpun Dinkes ini berbeda dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Jateng dan pusat. 

Bupati Pati Haryanto menyinggung persoalan ini saat sambutan rakor covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati kemarin (9/6). 

”Dengan Provinsi juga mengalami selisih. Maka dari itu harus mengambil data yang di lapangan. Saya minta kepada Dinkes Pati mengambil data yang real. Harus bersinergi dengan OPD terkait,” imbuh Haryanto. 

Baca juga: Tampung Pasien Luar, BOR Rumah Sakit di Pati Capai 90 Persen

Haryanto menyebut ada dua petugas di Dinkes Pati yang menangani data ini. Namun, keduanya tidak sinkron. "Ada dua data yang disajikan. Terkait dengan data memang kadang-kadang ada selisih," ujar Haryanto.

Selain itu, beberapa kali Dinkes Kabupaten Pati tidak bisa menerangkan perbedaan ini. Haryanto meminta kepada Dinkes Kabupaten Pati untuk selalu meng-update data covid-19 dan memperbaiki data keduanya agar sinkron. 

Persoalan data ini juga disorot oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Beberapa kali DPRD Kabupaten Pati mengundang Dinkes mempertanyakan soal data.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto dalam acara terpisah meminta kepada Dinkes Pati untuk menyiapkan data. Namun, tak mendapat data yang jelas. Menurutnya, data ini sangat penting sebagai acuan penanganan covid-19. 

"Rumah Sakit harus persiapkan data. Jadi kalau pak bupati minta, gubernur minta, jenengan (Dinkes) sudah siap. Karena data itu penting, itu yang akan dibaca tiap hari perkembangannya,” katanya saat rapat koordinasi penangangan covid-19 di DPRD Pati sehari sebelumnya, Senin (7/6). 

Ia berharap Dinkes Pati tidak keteteran bila ditanya soal data. Ini agar tidak menjadi persoalan.

”Rumah Sakit seperti yang kami tanyakan di dewan kelemahannya adalah data. Jadi kami mohon ndak terjadi lagi. DKK dan rumah sakit  jangan sampai peglak-pegluk. Kepala DKK dan rumah sakit harus siap,” tegasnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati. Dia juga meminta Dinkes Pati untuk menyampaikan data secara real.

"Meskipun pahit, ini sebagai bentuk evaluasi bagaimana penanganan covid-19 secara pas. Karena masing-masing kecamatan, desa, RT, RW itu pasti karakternya berbeda,” tandas Endah selepas menghadiri rapat koordinasi kemarin (8/6). (adr) 

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya