alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Tampung Pasien Luar, BOR Rumah Sakit di Pati Capai 90 Persen

09 Juni 2021, 14: 45: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

DIREMBUK: Pemkab Pati mengadakan Rakor tertutup di Ruang Joyo Kusumo Setda Pati belum lama ini (7/6).

DIREMBUK: Pemkab Pati mengadakan Rakor tertutup di Ruang Joyo Kusumo Setda Pati belum lama ini (7/6). (HUMAS FOR RADAR KUDUS )

Share this      

PATI – Bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit (RS) di Kabupaten Pati tinggi. Ini disebabkan adanya rujukan pasien covid-19 dari luar daerah. 

Di Kabupaten Pati sendiri, terdapat 124 warga yang isolasi di berbagai RS. Sedangkan dari luar daerah sebanyak 73 orang.

“Total kapasitas tempat tidur ruang isolasi dari 10 RS sebanyak 370 bed. Kemudian berdasarkan sejumlah warga yang isolasi tersebut sisa 175 tempat tidur,” ungkap Bupati Pati Haryanto saat rakor tertutup di Ruang Joyo Kusumo (7/6).

Baca juga: Setoran Rendah, Pajak Galian C Perlu Digenjot

Haryanto menjelaskan, aturan BOR sebenarnya tidak boleh lebih dari 50 persen. Tetapi ini lebih dari itu. Tingginya persentase itu lantaran menampung pasien dari luar daerah. Selain itu, tidak boleh menolak pasien manapun. Maka menjadikan Kabupaten Pati BOR-nya tinggi. Kisaran 90 persen. Ini peringkat pertama di Jawa Tengah

Ia menegaskan, apabila tidak ada rujukan dari daerah luar daerah, ketersediaan tempat isolasi ini cukup. 

Guna menindaklanjuti kondisi terkini, Satgas covid-19 kembali menegakkan operasi yustisi yang difokuskan pada daerah terdampak. Kemudian, ASN asal Kudus/luar daerah yang telah diinventarisasi harus WFH (work from home).Sedangkan yang sakit dirawat di rumah sakit. 

”Jumlah pegawai asal Kudus antara yang terpapar ataupun tidak, ternyata banyak yang terpapar. Ini kan berarti ada korelasinya bahwa lonjakan kasus di Kudus berdampak sampai Pati,” bebernya.

Bupati juga mengingatkan seluruh tempat wisata alam dan religi untuk sementara ditutup. Sedangkan warga yang berencana menggelar acara pernikahan hanya diizinkan mengadakan akad saja. Ini dengan tamu undangan yang sangat terbatas.

”Oleh karena itu, nantinya kepala desa, camat dan Kemenag Pati akan mendapat surat edaran terkait penyelenggaraan acara pernikahan. Sebab, acara pernikahan tanpa adanya pengendalian bisa membahayakan,” tekan dia.

Sebelumnya saat kunjungan Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB, Kabupaten Pati menerima bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan Covid-19. Selain itu, mendapat puluhan ribu masker.

Selama dua pekan ini, ia menekankan operasi yustisi dan penegakan Perbup Nomor 66 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro. Penegakan ini, di daerah-daerah yang berzona oranye. Sedangkan yang berzona hijau bukan merupakan prioritas. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya