alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pemkab Rembang Bangun Tiga Embung untuk Atasi Kekeringan

09 Juni 2021, 13: 49: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

ASRI: Waduk Panohan, Kecamatan Gunem terisi air dengan pemandangan alam disekitar yang memanjakan mata

ASRI: Waduk Panohan, Kecamatan Gunem terisi air dengan pemandangan alam disekitar yang memanjakan mata (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan memberantas masalah air di Kota Garam. Caranya, dengan membangun tiga embung hingga long storage pada sungai.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, akan menyasar sungai Kalipang, Kecamatan Sarang. Di wilayah tersebut terdapat sungai yang air hujannya langsung habis ke laut. Untuk itu akan dibangun long storage. Yakni bangunan penahan air yang berfungsi untuk menyimpan air pada sungai.

”Istilah desa Sambong. Di sambong jadi nanti bisa menampung air,” katanya.

Baca juga: Pasukan BKO Perketat Perbatasan dan Beri Edukasi Prokes

Air tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pertanian maupun untuk air baku. Program ini sudah masuk dalam regulasi Peraturan Presiden (Perpres). Hafidz berharap dalam tempo empat tahun pekerjaan ini bisa terlaksana.

Disisi lain, pihaknya juga akan membangun tiga embung. Yakni Embung Kaliombo, Trenggulunan, dan Pasedan.

Pada embung Kaliombo Sulang, saat ini sudah memiliki Detail Engineering Design (DED). Setidaknya membutuhkan tanah 18-20 hektar. Sehingga perlu dilakukan pembebasan tanah terlebih dahulu. ”Kalau pembebasan tanah sudah clear kami mempersiapkan untuk bangun fisiknya. Ini di kaliombo,” ujarnya.

Rencana pembangunan embung Trenggulunan (Pancur) dan Pasedan (Bulu), saat ini dalam proses untuk penajaman DED dan pembebasan tanah.

Kota Garam bisa dibilang menjadi langganan kekeringan. Tahun ini diprediksi ada 67 desa di 14 kecamatan yang terdampak. Sementara, optimalisasi air baku dinilai belum optimal. Pada Sumber Semen, Kecamatan Sale misalnya.

Pemkab Rembang mengakui, pemanfaatan masih belum ada separuh dari kewenangan volume yang diberikan. Sementara, optimalisasi pemanfaatan Sumber Semen, Sale untuk air minum masih memiliki potensi yang memungkinkan.

Pemkab diberi kewenangan untuk mengambil 140 liter per detik. Namun saat ini baru bisa dimanfaatkan sesuai kapasitas pipa transmisi. Hanya mampu 60 liter per detik. Kerusakan pada pipa transmisi mengakibatkan kebocoran hampir 30 persen. Jika dihitung pemkab baru mengambil sekitar 40 persen.

Untuk itu, Pemkab berkomitmen akan mengoptimalkan air baku dari Sumber Semen, Sale. Caranya melalui pembaharuan jaringan transmisi. Volumenya akan ditingkatkan sehingga mampu untuk mengalirkan air. 

(ks/ali/vah/top/JPR)

 TOP