alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Canggih! Tinggal Pencet, Bikin KK dan KTP Cukup di Desa

09 Juni 2021, 12: 58: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVASI: Wkail Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto di sela peresmian aplikasi Pos Pakdhe di gedung Riptaloka kemarin.

INOVASI: Wkail Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto di sela peresmian aplikasi Pos Pakdhe di gedung Riptaloka kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, – Tak perlu ke kantor Dispendukcapil untuk membuat dokumen kependudukan. Seperti KK, KTP, akta perceraian, akta kematian, dan surat pindah. Semuanya bisa dibuat di desa dengan anjungan Dukcapil mandiri desa.

Kemarin (8/6) Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto meresmikan aplikasi Pos Pelayanan Administrasi Kependudukan Desa (Pos Pakde) dan Administrasi Desa. Aplikasi tersebut bisa memberi kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan atau mengurus administrasi kependudukan.

”Warga tidak perlu datang ke kantor Dispendukcapil atau kecamatan. Program ini bisa membuat KK, KTP, akta perceraian, akta kematian, surat pindah cukup di desa,” kata Bambang Pujiyanto usai mencoba sendiri alat tersebut.

Baca juga: Disdikpora Kudus: PPDB SMP-SD Masih Terapkan Zonasi

Dengan program tersebut masyarakat bisa mendapatkan kemudahan. Yaitu bisa lebih efisien, efektif, dan murah. Selain itu, juga menghilangkan sistem calo. Sehingga mengurus administrasi kependudukan gratis dan tidak ada biaya.

”Saya mengajak kepala desa dan kelurahan agar bisa memberikan pelayanan Pos Pakde di setiap kantor desa. Desa bisa menganggarkan aplikasi anjungan ini melalui APBDes masing-masing,” ujarnya.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Achmad Basuki mengatakan, aplikasi Pos Pakde itu untuk membantu warga masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19. Sehingga memudahkan dalam pelayanan dengan anjungan aplikasi Pos Pakde. Masyarakat cukup mengurus dokumen kependudukan di desa atau kelurahan. Sehingga tidak perlu mengurus ke kantor Dispendukcapil atau kecamatan.

”Khusus untuk urusan rekam KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA) tetap di kantor Dispendukcapil,” terang dia.

Menurutnya dengan program ini tidak ada antrean panjang di kantor Dispendukcapil. Harapanya nanti setiap desa bisa menganggarkan pembelian alat anjungan pelayanan administrasi.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya