alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Santri-Polisi Edukasi Warga Patuhi 5M dan Semprot Eco Enzyme

09 Juni 2021, 12: 16: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

KUDUS HIJAU: Anggota Santri Gayeng Nusantara (SGN) Kudus di atas mobil menyemprotkan eco enzyme. Patuhi 5M, Yakin Kudus Hijau //JUDUL

KUDUS HIJAU: Anggota Santri Gayeng Nusantara (SGN) Kudus di atas mobil menyemprotkan eco enzyme. Patuhi 5M, Yakin Kudus Hijau //JUDUL (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Santri Gayeng Nusantara (SGN) berkolaborasi dengan Polres Kudus menyuarakan Kudus hijau. Kolaborasi itu dilakukan dengan cara berkeliling Kudus sembari mengedukasi masyarakat untuk mematuhi 5M sekaligus menyemprotkan eco enzyme.

SGN berkeliling di jalan-jalan yang ada di Kudus sembari bersosialisasi terkait protokol kesehatan (prokes) dengan pengeras suara. Rutenya dari Balai Desa Golantepus, jalan Pati-Kudus, Kota, Pejagan, Pentol, Balai Jagong, Taman Krida, hingga Alun-alun Simpang Tujuh. Acara mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30.

Baca juga: Cerita Warga Kudus Isolasi di Donohudan: Nyaman, Tak Kekurangan Makan

Tak hanya di jalan, sosialisasi prokes itu juga dilakukan di pasar. Yakni di Pasar Bitingan dan di Pasar Kliwon.

Ketua SGN Kudus Nur Taufiq menyebut aksi itu sekaligus membuktikan jika santri peduli terhadap situasi yang melanda Kudus saat ini.

Dia mengatakan, jika dalam rangka berperang melawan Covid-19 semua pihak harus bersinergi. Mulai dari santri, ulama, umaro hingga aparat harus bersatu dan bersinergi agar kasus tidak bertambah. “Caranya dengan masyarakat untuk mematuhi prokes 5M,” jelasnya.

Nur Taufiq mengaku upaya tersebut agar masyarakat sadar dan memiliki keinginan supaya Kudus membaik. Kembali menjadi zona hijau.

Terkait penyemprotan eco enzyme, dia membeberkan jika sengaja memakai itu. Karena dinilai bisa membersihkan udara.

" Eco enzyme kami buat sendiri. Dari buah-buahan yang difermentasi," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berencana mengadakan istighotsah. Yang dalam pelaksanaannya akan melibatkan dan berkoordinasi dengan gugus Covid-19. "Kami santri percaya Covid-19 ada. Dan harus ikhtiar menanganinya," terangnya. (tos)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP