alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Cerita Warga Kudus Isolasi di Donohudan: Nyaman, Tak Kekurangan Makan

09 Juni 2021, 11: 28: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

TIDAK KHAWATIR KEKURANGAN: Kamar isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan terlihat rapi dan berpendingan ruangan. Foto kiri, salah satu menu makanan dengan kebutuhan gizi yang memenuhi.

TIDAK KHAWATIR KEKURANGAN: Kamar isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan terlihat rapi dan berpendingan ruangan. Foto kiri, salah satu menu makanan dengan kebutuhan gizi yang memenuhi. (SCREENSHOOT VIDEO)

Share this      

KUDUS – Sejumlah warga Kudus yang menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, memberikan testimoni dalam bentuk video. Satu di antaranya TDW, warga RT 5/RW 6, Desa Golantepus, Mejobo. Dalam video berdurasi 40 detik itu, dia menyampaikan pelayanan dan fasilitas di tempat isolasi terpusat itu memadai dan nyaman. Apalagi soal makan, tak ada yang kekurangan.

Triyana memperlihatkan jika dirinya menjalani isolasi di sebuah kamar. Di ruangan pada video tersebut, terdapat beberapa tempat tidur dengan seprei berwarna putih. Tampak terpasang pendingin ruangan (AC) yang menempel di dinding.

Dia mengaku menjalani isolasi bersama keluarganya. Terdiri dari suami dan dua anaknya. Selama menjalani isolasi di asrama haji itu, mereka merasa nyaman.

Baca juga: Semen Gresik Gelar Learn & Share UU Cipta Kerja

Di sana dia mengaku tidak kekurangan makan ataupun obat-obatan. Terlebih, tenaga kesehatan memadai yang siap menangani. Jadi, dirinya sekeluarga tak perlu khawatir.

”Tempatnya sangat nyaman. Di sini saya dan keluarga bisa tinggal bersama. Kami di sini tidak kekurangan makan dan obat-obatan.  Semua ditangani ahlinya. Jadi tidak usah khawatir. Ayo teman-teman semangat,” ungkapnya.

Bupati Kudus HM. Hartopo menyebut, pihaknya memang belum sempat mengecek kondisi tempat isolasi terpusat tersebut, secara langsung. Namun, dia telah melihat beragam testimoni dari warganya yang menjalani isolasi di Donohudan.

Dari beberapa testimoni itu, menurutnya mereka yang menjalani isolasi terpusat merasa nyaman dan enjoy. ”Kami sudah mendengar dan melihat dari video-video. Fasilitasnya lengkap dan nyaman katanya," ungkapnya.

Dia juga memastikan mereka tak kekurangan makanan. Karena jatahnya tiga kali sehari. Lengkap dengan gizi yang turut dipertimbangkan. Mulai dari protein dan vitamin.

”Kemudian ada tim medis yang lengkap. Yang siap memantau kondisi pasien. Juga ada tempat olahraga beserta instrukturnya. Semua kegiatan terjadwal," jelasnya.

Untuk itu, Hartopo mengimbau kepada masyarakat agar tidak sungkan atau khawatir jika dijemput tim TNI, polisi, dan pemerintah desa (pemdes) untuk diarahkan ke tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan.

”Masyarakat yang masih banyak isolasi di rumah, saya imbau mau diisolasi di sana (Asrama Haji Donohudan, Red)," ajaknya. (tos)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP