alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Untung Dikit Tapi Lancar

09 Juni 2021, 10: 15: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

Ernest Wuri Indri Penny

Ernest Wuri Indri Penny (DOK PRIBADI)

Share this      

GADIS bernama lengkap Ernest Wuri Indri Penny itu, menunjukkan salah satu produk yang dia jual. Dia sudah punya banyak reseller. Dia pun memberikan tips agar dagangannya bisa laris manis.

Sebelum memiliki banyak reseller, harus tahu sistem manajemen berjualan. Bahkan dia harus ikut les privat di lembaga yang profesional.

Banyak Produk yang dia jual. Di antaranya baju, kaus, celana, bahkan krim wajah. Dia sudah membangun toko online sejak kuliah. Termasuk sempat menyewa selebgram untuk endorse. Guna menambah popularitas dan followers tokonya.

Baca juga: Sahabat Lestari Beri Bantuan 50 Ribu Masker dan Vitamin

”Memperbanyak pembeli lewat Instagram, Facebook, dan Whatsapp (WA). Dari situ, otomatis banyak yang melihat produk. Kalau beruntung. Ada penonton yang terpikat. Kemudian membeli,” kata perempuan asal Winong  Kidul, Pati, ini.

Sekarang di Facebook-nya sudah banyak pelanggan. Setelah transaksi di media sosial (medsos) itu, kemudian dikonversikan ke WA. Supaya pembeli lebih intens dalam membeli.

Pelanggan sepi sempat ia rasakan. Strategi pemasaran pun, ia kembangkan. Yaitu, membangun tim reseller. Sekarang asa sekitar 50 orang ia himpun. ”Kalau reseller banyak. Maka, akan membantu larisnya produk. Jualan sendiri, dibandingkan dibantu 10 orang kan hasilnya beda,” ujarnya.

Terkait bagaimana dia kulakan, itu tergantung ramainya pembeli. Hingga 10 lusin paling banyak dan paling sedikit 5 lusin. ”Kadang sepekan dua kali (kulakan),” jelasnya.

Per bulan dia bisa meraup laba bersih sekitar Rp 2-3 juta. Dia mengambil untung 10 persen dari total omzet. ”Kalau ambil lebih dari itu, harga jualnya pasti lebih mahal,” ujarnya.

Dia memikirkan reseller-nya. Jika harga mahal, dia takut bakalan susah jualan. Dia berkeinginan memperbesar toko online-nya. Jadi, semua diperhitungkan dengan matang.

Sebelumnya, dia ancang-ancang belajar digital marketing di Semarang. Alasannya, untuk melicinkan penjualan. ”Kalau tahu dasar berjualan kan jadinya tahu sasarannya. Hasilnya, barang jualanku bisa lebih laku,” jelasnya.

Pandemi ini tak membuatnya surut dalam berjualan. ”Alhamdulillah jualan masih stabil,” terangnya. (adr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP