alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Berusia 22 Tahun, Empat Traffic Light Diganti

08 Juni 2021, 14: 40: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

PEREMAJAAN: Petugas melakukan pemasangan traffic light di perempatan Jalan Kartini kemarin.

PEREMAJAAN: Petugas melakukan pemasangan traffic light di perempatan Jalan Kartini kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Traffic Light di Jalan Rembang-Blora diremajakan. Penggantian dilakukan karena usianya ada yang sudah 22 tahun. Kini traffic baru dilengkapi penunjuk waktu dan tulisan himbauan.

Ada empat lampu merah yang diremajakan diantaranya tugu adipura Rembang. Jalan Jaeni, Jalan Kartini dan perempatan Galonan.

Kondisi lampu lalu lintas tersebut tiangnya keropos. Wajar tiang dari besi dan termakan usia. Belum lagi dari sisi material perlu dilakukan penggantian.

Baca juga: Ngeri! Pencari Jerami Tewas, Tergencet Mesin Pemanen Padi

Kondisi paling parah ada di sekitar tugu adipura depan kantor dewan. Peralatan yang terpasang sudah berumur lebih dari 20 tahun. Karena ini yang kali pertama terpasang. Modelnya masih jadul, tidak modern seperti saat ini.

Dari empat titik tersebut ada yang dua sudah diremajakan dahulu. Mulai Adipura dan Galonan. Terkini di bulan Juni 2021 menyusul di Jalan Kartini dan Jaeni. Pekerjaan bersumber dari APBN.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang Daenuri saat dikonfirmasi tidak menampik adanya pekerjaan peremajaan traffic light. Kebetulan sudah dilakukan pemasangan oleh pekerja. Namun, soal teknis pemasangan ia tak mengetahuinya.

”Saya belum dapat info peremajaan ada berapa. Biasanya pemberitahuan kalau ada hal baru,” katanya saat dikonfirmasi koran ini, kemarin (7/6).

Menurutnya peremajaan lampu traffic yang dilengkapi tambahan detik maupun tulisan. Justru lebih baik. Karena disitu jalur nasional yang mobilitas kendaraannya cukup tinggi. Khususnya pagi maupun siang. Baik yang ingin ke Blora maupun rutinitas sehari-hari.

”Tidak ke kami (Dishub Kabupaten Rembang). Biasanya kalau kami ke hal pemasangan baru. Karena menambah beban strum,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan material lama. Apakah akan dilakukan untuk perluasan di jalur-jalur lain atau ditarik? Daenuri mengaku semua ditarik ke pusat, tidak ada yang di daerah.

”Kewenangan pusat. Kami tidak terima apapun dari mereka. Kami sendiri juga belum paham persis nanti mana saja. Itu peremajaan langsung pusat,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP