alexametrics
Senin, 02 Aug 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Grobogan Jadi Pilar Penyangga Kudus, Panglima TNI Tekankan Kewaspadaan

08 Juni 2021, 06: 11: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

INGATKAN WARGA: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (pegang mikrofon) dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo (tiga dari kanan) bersama Forkopimda Grobogan memberi sosialisasi cegah Covid-19 di RSUD dr Soedjati Purwodadi, Grobogan..

INGATKAN WARGA: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (pegang mikrofon) dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo (tiga dari kanan) bersama Forkopimda Grobogan memberi sosialisasi cegah Covid-19 di RSUD dr Soedjati Purwodadi, Grobogan.. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Di Grobogan, rombongan panglima TNI, kapolri, kepala BNPB RI, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo selain di pendapa juga ke RSUD dr Soedjati Purwodadi.

Dalam kunjungan ini, BNPB memberikan bantuan dana siap pakai (DAP) penanganan darurat bencana Covid-19 Rp 1 miliar, masker kain INA 20 ribu pcs, masker kain anak 10 ribu pcs, dan 20 jerigen hand sanitizer yang masing-masing berisi 4 liter.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, Grobogan menjadi pilar penyangga Kabupaten Kudus. Di mana saat ini Kudus krisis Covid-19. ”Saat ini tugas kita dalam rangka mengendalikan Covid-19 harus benar-benar bersiaga. Dari data yang dilaporkan Bupati Grobogan Sri Sumarni, kasus di Grobogan memang belum mengkhawatirkan. Tetapi tetap waspada. Data setiap hari yang dibutuhkan adalah data kasus positif, angka kesembuham, kematian, BOR (keterisian tempat tidur di rumah sakit), dan ICU tiap hari,” tegasnya. ”Harus dilakukan penebalan petugas di setiap posko PPKM mikro,” imbuhnya.

Baca juga: TenunTroso Jepara Diangkat melalui Fashionshow

Selain itu, Bupati Grobogan meminta ke kepala BNPB dan kepala DinasKesehatan (Dinkes) untuk peningkatan laboratorium PCR. Indikator kasus positif dari swab-PCR bukan GeNose dan antigent. Selain itu, dalam PPKM mikro harus bisa menggolongkan yang suspek dan positif,” jelasnya.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Ganip Warsito mengungkapkan, kenaikan kasus sudah diprediksi setelah mobilitas tinggi Lebaran dan liburan. Meski pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan, namun beberapa daerah masih ada lonjakan.

”Kami berusaha menekan. Pemerintah sudah malakukan PPKM mikro. Masyarakat harus ikut serta mengurangi mobilitas dan selalu memakai masker. Beri perhatian khusus terhadap lansia. Termasuk optimalasi vaksin lansia,” tegasnya.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menambahkan, kepatuhan masyarakat dengan prokes telah menurun. ”Tugas kita selalu mengingatkan Covid-19 yang masih tinggi. Ingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi prokes. Memang membosankan tetapi tetap harus dipakai. Karena menurut penelitian WHO, masker mampu mencegah 95 persen,” paparnya.

Selain itu, jika ada ciri- ciri orang yang terpapar harus diinfokan dengan cara membuat hotline di PPKM mikro. ”Minta laboratoritum PCR di sini (Grobogan, Red). Harus ada tempat isolasi terpusat di setiap desa. Satgas harus berani lockdown mikro, apabila ada peningkatan kasus dengan lebih dari 10 yang positif Covid-19. Semoga dalam satu bulan ke depan kasus turun,” tegasnya. 

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya