alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pemkab Pati Terima Bantuan Rp 1 Miliar untuk Kendalikan Covid-19

07 Juni 2021, 16: 08: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

DAPAT SUPPORT: Bupati Haryanto (dua dari kiri) simbolis menerima bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19. Hal yang sama juga didapat Pemkab Grobogan, bahkan diusulkan didirikan laboratorium PCR.

DAPAT SUPPORT: Bupati Haryanto (dua dari kiri) simbolis menerima bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19. Hal yang sama juga didapat Pemkab Grobogan, bahkan diusulkan didirikan laboratorium PCR. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Selain ke Kudus, sejumlah pejabat pusat juga berkunjung ke Kabupaten Pati dan Grobogan. Mereka Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPB Letjend Ganip Warsito. Kunjungan ini untuk mendukung pemerintah daerah dalam menanggulangi lonjakan kasus Covid-19.

Lebih khusus, bertujuan ”memelototi” kasus Covid-19 di Kudus dan sekitarnya. Termasuk Pati dan Grobogan. Sebab, menjadi daerah tetangga Kudus sedang mengalami lonjakan kasus berlipat-lipat. Dalam kunjungan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mendapat bantuan penanganan Covid-19 senilai Rp 1 miliar, puluhan ribu masker, dan ratusan liter hand sanitizer.

Baca juga: Lulus 100 Persen, SMPN 1 Rembang Beri Reward untuk 10 Siswa Terbaik

Paparan Bupati Haryanto tentang penanganan Covid-19 saat kedatangan sejumlah pejabat pusat.

Paparan Bupati Haryanto tentang penanganan Covid-19 saat kedatangan sejumlah pejabat pusat. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, pemerintah telah berusaha maksimal dalam penanganan Covid-19. Mulai dari optimalisasi PPKM, program Jogo Tonggo, hingga penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai. ”Ada 10 rumah sakit yang menyediakan 430 tempat tidur. Pos-pos PPKM dan program jogo tonggo juga kami optimalkan," paparnya.

Ketiga pejabat pusat tersebut, lalu saling bergantian memberikan pengarahan terkait penanggulangan dan penanganan Covid-19. Mereka juga mengapresiasi langkah pemkab yang telah berusaha maksimal menanggulangi pandemi.

Pengarahan pertama dari Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito. Dia mendorong agar masyarakat meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes). ”Pemerintah harus giat melakukan tracing, tracking, dan threatment. Tidak lupa prioritaskan vaksinasi lansia. Yang menjadi perhatian adalah penyakit penyerta. Rumah sakit harus mengambil langkah cepat dan tepat terhadap pasien Covid-19,” pesannya.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menambahkan, wilayah Jawa Tengah termasuk Pati, Kudus, dan Blora saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Karena adanya peningkatan kasus yang cukup tinggi.

”Lakukan penanganan Covid-19 secara sistematis dan terukur. Forkopimda harus peka merespon situasi kluster penyebaran Covid-19. Koordinasi dengan dinas kesehatan dan satgas. Kerahkan babinsa dan babinkamtibmas untuk tracking dan testing. Pastikan ketersediaan stok rapid test antigent pada posko PPKM yang siap digunakan,” jelasnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan agar pelaksanakan tracing dan prokes digencarkan. Terutama penggunaan masker, agar lebih ditaati masyarakat, sehingga kasus positif Covid-19 dapat ditekan. Dengan kolaborasi yang baik antara forkopimda dengan aparat terkait, diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19 dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dia menyebut, PPKM mikro berbasis RT dan RW dengan melibatkan bidan desa dan pelatihan tracer oleh babinsa dan bhabinkamtibmas menjadi penting. Jadi, dapat langsung memantau perkembangan warga yang terdampak Covid-19.

"Tingkatkan fungsi posko PPKM mikro untuk mendeteksi yang terjadi sampai ke tingkat RT/RW, sehingga dapat memantau kasus aktif, tingkat kesembuhan, dan pengendalian angka kematian akibat Covid-19," perintahnya.

Setelah pertemuan di pendapa kabupaten, rombongan kemudian bergerak menuju Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) di kompleks Kodim 0718/Pati Jalan Panglima Sudirman, Pati. Rombongan memonitor pelaksanaan vaksinasi 200 orang dari kelompok lansia di tempat itu. 

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP