alexametrics
Senin, 02 Aug 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Warga Positif Covid-19 di Kudus Jalani Isoman Dipindah ke Donohudan

07 Juni 2021, 15: 31: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

PINDAH ISOLASI: Warga positif Covid-19 yang semula menjalani isolasi mandiri di rumah datang ke rusunawa untuk berkumpul dan selanjutnya diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kemarin sore.

PINDAH ISOLASI: Warga positif Covid-19 yang semula menjalani isolasi mandiri di rumah datang ke rusunawa untuk berkumpul dan selanjutnya diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kemarin sore. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kudus bakal dipusatkan di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Itu sesuai hasil rakor antara forkopimda dengan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNPB Letjend Ganip Warsito, bersama rombongan yang berkunjung ke Kudus kemarin.

Turut hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto.

Baca juga: Tiap Tahun di Grobogan Terjadi Kekeringan, tapi Tak Ada Solusi

BAHAS KONDISI DARURAT: Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (tiga dari kiri) berbincang dengan Bupati Kudus Hartopo usai rakor bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (depan), dan Kepala BNPB

BAHAS KONDISI DARURAT: Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (tiga dari kiri) berbincang dengan Bupati Kudus Hartopo usai rakor bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (depan), dan Kepala BNPB (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sesuai hasil rapat tersebut, Bupati Kudus Hartopo menyebut, pihaknya diberikan arahan dan penekanan terkait efektivitas penanganan Covid-19. Termasuk evaluasi harian. Agar data terakumulasi dengan baik dan segera diketahui perkembangannya. ”Selain itu, ada instruksi agar warga yang menjalani isoman (isolasi mandiri) di rumah dipusatkan ke provinsi. Yakni di Asrama Haji Donohudan," tuturnya.

Itu dimaksudkan agar penanganan lebih efektif. Mengingat isoman yang berjalan di rumah masing-masing dinilai kurang memadai. Karena keterbatasan fasilitas. Seperti perlu adanya kamar mandi terpisah dan kamar tidur tersendiri, agar tidak menyatu dengan anggota keluarga lain. Di Asrama Haji Donohudan fasilitasnya lengkap. Ada dokter spesialis hingga perawat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jateng dr. Yulianto Prabowo menjelaskan, banyak syarat untuk menjalankan isoman. Seperti harus terpisah dengan anggora keluarga lain, punya kamar sendiri, kamar mandi terpisah, dan peralatan makan sendiri. ”Itu susah dipenuhi," tuturnya.

Dalam isolasi terpusat di Donohudan, ada dua tempat yang disiapkan. Pertama di Asrama Haji Donohudan. Dengan kapasitas mencapai 800-an. Saat ini baru terisi 109 orang. Masih cukup menampung sekitar 700-an pasien. Kedua, di kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Srondol Semarang. Dengan kapasitas 350 orang.

”Hari ini (kemarin, Red) personel kesehatan di dua tempat (Asrama Haji Donohudan dan BPSDMD Srondol, Red) sudah disiapkan untuk menerima warga Kudus. Sementara untuk penjemputan sudah ada armada dan personel dari TNI Kodam yang siap membantu," ungkapnya.

Untuk tenaga kesehatan, di lokasi isolasi terpusat itu ada dokter, perawat, kesehatan lingkungan, dan kesehatan gizi. Yang dibagi dalam tiga shift. Setiap shift selalu ada dokter perawat dan tenaga lain. Pihaknya juga siap menerjunkan tenaga kesehatan tambahan. Seiring akan bertambahnya yang bakal dirawat. Kemarin atau maksimal hari ini, proses evakuasi dari Kudus ke dua lokasi itu, dilaksanakan.

Pemberangkatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi ke Asrama Haji Donohudan dimulai kemarin. Warga yang semula menjalani isoman di rumah dijemput polisi, TNI, dan pemerintah desa. Mereka dikumpulkan di rusunawa sebelum diberangkatkan ke Donohudan.

Mereka dijemput dengan mobil polisi, bea cukai, hingga mobil pribadi. Sekitar pukul 16.30 mobil-mobil yang membawa warga yang menjalani isoman itu mulai berdatangan. Terlihat beberapa di antaranya dari Kecamatan Bae, Kaliwungu, Kota, hingga Undaan.

Para warga yang dibawa itu, didampingi babinsa, babinkamtibmas, serta perwakilan pemerintah desa. Mereka sekaligus membawa tas berisi pakaian ganti. Setibanya di rusunawa mereka di data dan dikumpulkan sembari menunggu yang lain.

Di depan rusunawa sudah terdapat bus-bus berderet yang siap mengantar ke Donohudan. Empat dari polisi dan dua dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus. Juga mobil ambulans dari Dinas Kesehatan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan (Plh Kadinkes) Masut menyebut, pengiriman warga yang semula menjalani isoman ke isolasi terpusat di Donohudan merupakan kebijakan yang diambil setelah ada rakoor dengan Kapolri dan Panglima TNI.

Target keseluruhan warga positif yang akan dipindah ke Donohudan tergantung situasi dan perkembangan. Saat ini ada 1.320 warga yang menjalani isoman. Ada yang sudah lama menjalani dan tinggal satu atau dua hari. Ada pula yang baru akan menjalani. ”Yang tinggal sedikit, seperti tinggal sehari atau dua hari bukan prioritas. Yang masih membutuhkan isolasi lama itu prioritas kami," tuturnya.

Pemindahan ke isolasi terpusat itu, juga berlaku bagi ASN. Surat pendataan sudah dikirim ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Data ditarget rampung malam ini. Sesuai rencana awal, hari ini pukul 09.00 akan diberangkatkan.

”Jumlah ASN yang terkonfirmasi positif ada 180 orang. Ini belum tentu semuanya kami berangkatkan. Tergantung pimpinan OPD dan waktu lama pendeknya menjalani isoman selama ini," tambahnya.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menambahkan, proses penjemputan warga yang menjalani isoman dilakukan secara persuasif. Bersama TNI polri dan pemdes. Sembari memberi edukasi jika di tempat isolasi terpusat lebih nyaman dan memiliki fasilitas lengkap. Mulai dari dokter, perawat, hingga obat-obatan. Termasuk soal makanan.

”Di sana (tempat isolasi terpusat, Red) lebih baik. Kami harap warga memahami. Terlebih jika isoman di rumah ada potensi ketidakdisiplinan terkait prokes. Untuk itu, isolasi terpusat ini agar warga bisa membatasi gerak," tuturnya.

Untuk pemberangkatan, pihaknya mengerahkan enam armada. Dengan tiap-tiap bus berkapasitas 25-30 orang. (tos)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP