alexametrics
Sabtu, 19 Jun 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Lulus 100 Persen, SMPN 1 Rembang Beri Reward untuk 10 Siswa Terbaik

07 Juni 2021, 14: 37: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI REWARD: Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati menyerahkan reward pada siswa berprestasi kompetensi akademik peringkat 10 besar berdasarkan nilai sekolah tahun pelajaran 2020/2021, Sabtu lalu (5/6).

BERI REWARD: Kepala Sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati menyerahkan reward pada siswa berprestasi kompetensi akademik peringkat 10 besar berdasarkan nilai sekolah tahun pelajaran 2020/2021, Sabtu lalu (5/6). (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – SMP Negeri 1 Rembang, Sabtu (5/6), menggelar Wasana Warsa atau perpisahan bagi siswa kelas IX. Kegiatan digelar secara virtual dan prokes Covid-19 secara ketat tersebut, meluluskan 100 persen anak didik. Tak hanya itu, 10 siswa terbaik secara pararel mendapatkan reward dari sekolah.

Kegiatan digelar sederhana. Pesertanya terbatas. Diikuti perwakilan siswa. Selebihnya mengikuti secara daring di rumah. Di sekolah dipusatkan di aula. Hadir pula komite sekolah SMPN 1 Rembang beserta pengurus dan para guru serta karyawan dan staf tata usaha SMPN 1 Rembang.

Acara tersebut menerapkan prokes pencegahan covid-19. Sebelum masuk cuci tangan. Ditembak thermogun. Menggunakan hand sanitiser. Wajib bermasker. Selanjutnya berurutan masuk di ruangan. Secara berbaris dibatasi jarak tempat duduknya.

Baca juga: Jaga Kebugaran, Persit KCK Kodim Purwodadi Laksanakan Senam Aerobik

(DOK. RADAR KUDUS)

Kepala sekolah SMPN 1 Rembang, Isti Choma Wati menyampaikan tanggal 5 Juni 2021 merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Setelah sebelumnya anak kelas IX sudah mengikuti informasi pengumuman kelulusan sudah disaksikan melalui web sekolah.

”Karena masih pandemi, kegiatan digelar dengan keterbatasan. Baik jumlah undangan dan keterbatasan lainnya. Kalaupun ada kegiatan massal tidak terlalu lama.” sambutanya.

Pelepasan anak didik SMPN 1 Rembang secara simbolis. Setelah sebelumnya diputuskan sekolah. Jumlah 285 peserta didik kelas IX tahun ajaran 2020/2021 telah dinyatakan lulus.

Isti memberikan selamat peserta didik. Harapan ratusan peserta didik yang lulus tersebut, tetap melanjutkan ke jenjang sekolah lebih tinggi. Ia mendorong sekolah jangan sampai berhenti.

”Pandemi jangan menyurutkan kalian menyongsong masa depan. Tiga tahun disini bukanlah perjuangan perjalanan yang mudah. Membiasakan dari segala hal yang tidak biasa menjadi biasa. Adaptasi juga luar biasa, tidak hanya melibatkan kalian sendiri, orang tua, masyarakat, sarpras, finansial dan masih banyak lainnya,” ungkapnya.

Di masa seperti ini peran orang tua penting. Karena selama pandemi pembelajaran berubah menjadi jarak jauh. Sekolah tidak bisa mendampingi secara langsung. Karena banyak keterbatasan. Satu-satunya ibu dan bapak orang tua murid, yang mendampingi secara fisik dan doa.

Meski sekolah juga tahu persis, tidak semua orang tua bisa mendampingi secara utuh layaknya seorang guru di sekolah. “Dengan kondisi itu. Jangan pernah mengatakan tahun sulit, sebaliknya merupakan tantangan. Jangan pernah ada yang disalahkan. Karena ini kehendak yang kuasa. Semua sudah diatur. Ada hikmah dibalik musibah yang mendunia ini. Bagaimana menyikapi jauh lebih penting daripada sekedar mengeluh. Menyalahkan siapa. Sekali lagi bagaimana kita bersikap jauh lebih penting,” ujarnya.

Pihaknya berharap jangan pernah memberikan label negatif. Untuk anak-anak didik tahun ajaran 2020- 2021 yang lulus. “Jangan pernah ada label lulus korona. Kalau ada ungkapan tersebut saya nangis,” ungkapnya.

“Anak didik yang lulus penuh perjuangan. Bagaimana mengikuti pelajaran dalam PJJ. Masih ada kendala dari alat komunikasi yang dimiliki. Entah jaringan, alat kouta. Namun kuota sudah ada bantuan dari pemerintah,” imbuhnya.

Namun sekolah bisa mengantisipasi. Ada pelayanan bagi peserta didik yang terkendala secara daring ketika mengikuti pembelajaran maupun kegiatan peni laian. “Tak jarang pula mendatangi. Mendampingi peserta didik yang terkendala secara daring. Wabah covid-19 petunjuk. Bagi orang-orang berpikir. Bahwa peris tiwa tersebut pasti menyimpan hikmah yang luar biasa. Banyak pelajaran yang bisa dipetik. Sekali lagi jangan ada label lulusan korona,” tandasnya.

Dengan perjuangan yang luar biasa itu. Banyak rupa dan warna. Ada menyenangkan, sedih, menggelikan. Ada segala rasa di sekolah SMPN 1 Rembang. “Jangan sampai melupakan almamater kalian, menghilangkan memori di sini selama tiga tahun dan insan yang lupa sejarah. Jadilah yang tahu terima kasih. Karena sampai kapanpun semua anak didik dan guru kalian. Orang tua lalu dampingi, baik fisik dan doa untuk ana-anak,” pesannya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya