alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Tiap Tahun di Grobogan Terjadi Kekeringan, tapi Tak Ada Solusi

07 Juni 2021, 14: 28: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTRE AMBIL AIR: Suasana saat beberapa warga mengantre mengambil air di salah satu sumur, di Kecamatan Geyer, beberapa waktu lalu.

ANTRE AMBIL AIR: Suasana saat beberapa warga mengantre mengambil air di salah satu sumur, di Kecamatan Geyer, beberapa waktu lalu. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Kekeringan di sejumlah wilayah Grobogan tiap tahun terjadi. Namun hingga saat ini tidak ada solusi.  

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Grobogan Anang Armunanto mengungkapkan, solusi jangka panjang dengan pembuatan sumur resapan. Sebab, Grobogan termasuk wilayah yang memiliki curah hujan tinggi.

“Bisa dengan memanen air hujan dengan pola sederhana. Misalnya dengan pembuatan lubang-lubang biopori. Itu bisa diupayakan,” tuturnya.

Baca juga: Ribuan Pelamar Rebutkan 970 Jabatan Perangkat Desa

Selain itu, bisa juga dengan penghijauan di daerah aliran sungai. Sehingga, tampungan airnya lebih besar. Dengan begitu, ketika kemarau, kekurangan air bersih di sejumlah wilayah di Grobogan bisa lebih diminimalisasi.

Anang mengatakan, mengenai mata air, mesti terdapat cekungan air bawah tanah alias CAT. Dalam setiap pembuatan embung, waduk, dan lainnya mesti terdapat CAT. Sehingga, memang terjamin terdapat sumber air yang besar. Adapun mengenai solusi jangka pendek, yakni bisa dengan pengambilan sumber air di sekitarnya yang lebih dekat.

Meski begitu, menurut Anang, solusi terkait kekeringan di Grobogan memang tidak masuk dalam RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah). Sebab, hal tersebut nantinya masuk RTRW yang lebih detail.

“Ini untuk RTRW sudah revisi sembilan kali. Posisinya saat ini sudah masuk di dalam persetujuan substansi di Kementrian ATR (Agraria dan Tata Ruang),” kata dia.

Setelah sembilan kali revisi, kata Anang, RTRW sudah tidak perlu banyak revisi. Dalam revisi tersebut, antara lain yakni kawasan peruntukan pertanian berkelanjutan, kawasan industri, kawasan pemukiman, dan lain-lain. 

(ks/ful/mal/top/JPR)

 TOP