alexametrics
Rabu, 23 Jun 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Program Kartu Prakerja Tingkatkan SDM dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

05 Juni 2021, 09: 42: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

TINGKATKAN WIRAUSAHA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (tengah) simbolis memberikan KUR kepada alumni Program Kartu Prakerja.

TINGKATKAN WIRAUSAHA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (tengah) simbolis memberikan KUR kepada alumni Program Kartu Prakerja. (EKON.GO.ID FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BANDUNG Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru 4 persen pada 2024. Hal ini menjadi penting untuk terus didorong, karena kewirausahaan berperan menciptakan lapangan pekerjaan dan secara otomatis dapat membantu pemulihan ekonomi nasional. Upaya peningkatan jumlah wirausaha ini, diiringi Program Kartu Prakerja inisiasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

”Saya bangga hari ini dapat bertemu lagi secara langsung dengan para pejuang yang tangguh. Negara ini tentunya membutuhkan masyarakat yang mampu dan terus semangat beradaptasi dengan keadaan. Saya ucapkan terima kasih kepada alumni Kartu Prakerja yang telah menerapkan ilmunya untuk berwirausaha, sehingga membantu pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan di masa pandemi ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam talkshow bertajuk ”Antara Tren, Produk, dan Konsumen” di Bandung dan dihadiri alumni Kartu Prakerja kemarin.

Data hasil survei independen menyebutkan, setelah mengikuti Program Kartu Prakerja terjadi peningkatan 13 persen jumlah kelompok wirausaha. Kenaikan ini, telah sesuai dengan sasaran Program Kartu Prakerja. Semakin banyak jumlah wirausahawan dan jumlah usaha yang berkembang, akan terjadi penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Tekan Stunting di Tengah Pandemi, Dinkes Rembang: Perlu Keroyokan

DIALOG: Airlangga berdialog dengan alumni Program Kartu Prakerja.

DIALOG: Airlangga berdialog dengan alumni Program Kartu Prakerja. (EKON.GO.ID FOR RADAR KUDUS)

Airlangga mengucapkan terima kasih kepada para alumni Program Kartu Prakerja yang telah memanfaatkan program pemerintah untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Secara umum, hasil survei tersebut juga merilis data animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap program itu. Tingginya minat diikuti dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat Kartu Prakerja.

Hasil survei persepsi penerima Program Kartu Prakerja menyatakan, program ini menambah keterampilan. Juga berfungsi sebagai jaring pengamanan sosial di tengah pandemi. Akhirnya menurunkan tingkat pengangguran.

Airlangga mengatakan, kunci kesuksesan Program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau jumlah dana yang digelontorkan pemerintah. Tetapi, juga pada perubahan positif, khususnya dari segi skill yang dimiliki para penerima Kartu Prakerja.

”Kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat maksimal memberikan dampak baik kepada masyarakat. Alumni Program Kartu Prakerja juga berkesempatan mendapatkan manfaat KUR (kredit usaha rakyat) yang saat ini diupayakan dengan maksimal hingga bunganya hanya 3 persen. Manfaatkan kesempatan ini. Kembangkan bisnis hingga memiliki dampak maksimal pada roda perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Sebagai motor penggerak pembiayaan yang utama untuk UMKM, plafon KUR tahun ini ditingkatkan. Dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun. Peningkatan plafon KUR merupakan respon atas antusiasme yang tinggi dari para pelaku UMKM dengan kehadiran KUR bersuku bunga rendah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, sejauh ini pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis KUR. Antara lain, KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR TKI. Penyaluran KUR tahun ini terbagi atas KUR Super Mikro (4,71 persen), KUR Mikro (61,60 persen), KUR Kecil (33,67 persen), dan KUR TKI (0,03 persen).

Realisasi KUR pada Januari sampai 2 Juni senilai Rp 103,19 triliun atau 40,79 persen dari target tahun ini Rp 253 triliun yang diberikan kepada 2,81 juta debitur. Jadi, total outstanding KUR sejak Agustus 2015 senilai Rp 259,05 triliun dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) 0,71 persen.

”Secara nasional realisasi penyaluran KUR alumni Kartu Prakerja per Triwulan I 2021 oleh BRI dan BNI mencapai 2.242 debitur. Total realisasi Rp 65,9 miliar,” kata Iskandar.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Rudy Salahuddin mengatakan, Program Kartu Prakerja yang hampir dua tahun hadir untuk melengkapi mozaik program peningkatan kualitas SDM Indonesia. Terbuka bagi semua orang yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. Karena skill gap merupakan persoalan yang dihadapi bukan hanya oleh pencari kerja, tetapi juga pekerja dan pelaku wirausaha.

”Dari data yang saya peroleh, Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak. Total penerima mencapai lebih dari 1 juta orang. Karena itulah dalam rangkaian talkshow dan dialog dengan para alumni dan penerima Kartu Prakerja 2021 untuk pertama kalinya diadakan di Jawa Barat,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Airlangga secara simbolis memberikan KUR kepada alumni Program Kartu Prakerja. Dilanjutkan dengan berdialog dan mengunjungi pojok karya didampingi Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI Sis Apik Wijayanto, dan Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari. (ltg/map/fsr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP